HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Sabtu, 29 September 2018

    Sedekah Laut, Nelayan Desa Pasir, Ayah, Larung Sesaji

    saefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Sudah menjadi tradisi rutin bagi warga Desa Pasir Kecamatan Ayah setiap menjelang musim tangkap ikan di bulan Muharram menggelar sedekah laut mulai dari tumpengan, bakar brek, hingga melarung sesaji.

    Di tahun ini, para nelayan menggelar larungan sesaji, Jumat (28/9/2018). Acara yang diawali dengan doa bersama dan kenduri itu berlokasi di obwis pantai Pasir Desa Pasir Kecamatan Ayah.

    Uniknya dalam acara itu masyarakat yang berkumpul dengan membawa bekal makanan dari rumah mereka duduk sila berjajar rapi dengan beralas daun kelapa kering dibawah "brak" yakni tarub dari bambu beratap daun kepala kering. Setelah kenduri, dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit baru kemudian sesaji ke laut.

    Uniknya larungan yang dihanyutkan berisi sesaji beraneka ragam seperti tumpeng, hasil bumi dan jajan pasar hingga delapan jenis sesaji yakni arang - arang kambang, wedang teh, jembawuk, comoh kembang, tumpeng dan kekomaran.

    Ritual tak berhenti disitu. Usai larungan, brak atau tarub dari daun kelapa kering dibongkar dengan tiang bambu dan dibakar hingga hingga tidak tersisa. Masyarakat setempat percaya dengan membakar Brak itu selain sebagai simbolis kebersamaan mereka percaya akan dimudahkan dan dilimpahkan hasil tangkapan ikannya.

    Ketua panitia sedekah laut TPI Pasir,  Gamin mengatakan, pembakaran brak juga merupakan simbol kebersamaan. Kebersamaan itu akan mendatangkan rezeki yang bagi nelayan berupa hasil tangkapan ikan berlimpah.

    Kepala Desa Pasir, Sukamso menuturkan, acara sedekah laut digelar rutin dalam setiap tahunnya acara tersebut juga dimeriahkan dengan menggelar 2 kali pertunjukan wayang saat siang hari usai kenduri dan semalam suntuk.

    "Ada dua lakon pertunjukan wayang kulit, pertama "Romo Nambak," dan malamnya lakon "Mancingan" kedua lakon itu kita mengundang Ki Dalang Yadi dari Desa Pekuon Karanganyar," katanya.

    Sukamso menambahkan, Desa Pasir yang merupakan lokasi yang memiliki lebih dari satu objek wisata pantai akan dijadikan tradisi desa wisata. "Adanya kegiatan ini bisa diharapkan bisa dikolaborasikan dengan paket wisata, dengan nguri - uiri tradisi sebagai wisata ini untuk tetap eksis dan menjaga kearifan lokal," ungkapnya.(Saefur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top