• Berita Terkini

    Sabtu, 11 Agustus 2018

    Idul Adha Kemungkinan Besar 22 Agustus

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) sore nanti (11/6) menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1439 H. Penetapan ini menjadi patokan Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada tanggal berapa. Meskipun belum ada keputusan resmi, hampir dipastikan Idul Adha Jatuh pada Rabu 22 Agustus.


    Diantara yang memprediksi Idul Adha jatuh pada 22 Agustus adalah Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. "Posisi hilal masih minus atau di bawah ufuk," katanya di sela mengikuti puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-23 di Pekanbaru kemarin (10/8/2018).


    Dengan posisi hilal yang masih di bawah ufuk, maka hampir dipastikan hilal tidak akan bisa dirukyah atau diamati melalui teleskop. Sehingga bakal diputuskan jumlah hari di bulan Dzulqoidah digenapkan (istimal) menjadi 30 hari. Maka 1 Dzulhijjah bakal jatuh pada Senin 13 Agustus dan Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada 22 Agustus.


    Thomas mengatakan Lapan akan ikut melakukan rukyah atau pemantauan hilal. Pemantauan itu dilakukan di kantor Lapan di Pasuruan, Garut, Pontianak, dan sejumlah kantor Lapan lainnya. "Insyallah awal Ramadan, Lebaran, dan Idul Adha serempak sampai 2021," tutur dia. Termasuk Idul Adha tahun ini bakal serentak 22 Agustus.


    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga ikut melakukan pemantauan hilal. Kabag Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan BMKG menyiapkan 21 titik lokasi pengamatan hilal. Diantaranya di Bukit Condrodipo, Gresik; helipad di AURI Ngliyep, Donomulyo, Malang; Stasiun Geofisika Yogyakarta; dan di Pulau Nias Sumatera Utara.


    Menteri Agama Lukman Hakim menjelaskan bahwa sidang isbat akan dilakukan setelah waktu Magrib. Dia berharap lebaran Idul Adha kali ini tidak ada perbedaan waktu. ”Mudah-mudahan sama,” ucapnya.


    Sementara itu untuk pemantauan hilal akan dilakukan di banyak titik. Lukman tidak bisa menyebut jumlah pasti. Namun dia menuturkan jumlahnya tak akan jauh beda dengan pemantauan hilal Lebaran Idul Fitri lalu. ”Kalau tahun lalu ada 90an titik. Nanti kita dengar laporannnya,” ungkap Lukman. (wan/lyn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top