• Berita Terkini

    Saturday, November 25, 2017

    Kader NU Harus Aktif Pada Kegiatan Keagamaan

    H Kamal Paimanudin
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Wakil Ketua Wakil Ketua Tanfidziah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gombong H Kamal Paimanudin menegaskan gara para Keder NU giat dan aktif pada setiap kegiatan keagamaan di masing-masing wilayahnya. Bukan hanya itu saja, para kader seyogyanya juga kreatif dalam mencari terobosan-terobosan bisnis.

    Hal ini disampaikan mengingat saat ini, bayak Kader NU yang kurang peduli dengan Mushola, Masjid maupun kegiatan TPQ dan lain sebagainya. Bahkan TPQ dan mushola acap kali berdiri sendiri tanpa bantuan dan kepedulian dari para Keder NU. “Kami kemarin mendatangi beberapa desa, hasilnya banyak Kader Struktural NU yang justru kurang peduli dengan kegiatan keagamaan,” tuturnya, Kamis (23/11/2017).

    Dijelaskannya, NU merupakan organisasi keagamaan. Untuk sudah seharusnya semua keder NU juga berkecipung dan memberi kepedulian lebih terhadap tenpat-tempat ibadah, kegiatan ibadah serta kegiatan keagamaan lainnya. “Dengan demikian maka nuansa ke NU an akan semakin terasa,” paparnya.

    Selain itu, lanjut H Kamal, untuk menjaga keberlangsungan kehidupan organisasi maka sudah selayaknya ada regenerasi. Sudah menjadi hukum alam, bahwa generasi  tua seiring berjalannya waktu harus diganti oleh generasi muda. Hal itu menjadi penting mengingat kederisasi harus terus berlangsung demi kelestarian organisasi.

    Dalam hal ini, H Kamal mengegaskan, diperlukan kerelaan dan keikhlasan dari para generasi tua untuk memberikan kepercayaan terhadap para generasi muda. Dengan adanya kepercayaan maka generasi muda akan bertambah dewasa dan akhirnya mampu menjadi generasi penerus. “Sudah menjadi hukum alam bahwa tanaman muda akan digantikan dengan tunas baru. Hal itu akan memberi penyegaran sekaligus menjaga kelestarian alam,” jelasnya.

    Jika terdapat hambatan dalam proses regenerasi, lanjut H Kamal, maka akan terjadi ketidakseimbangan yang dapat mengakibatkan ketimpangan. Generasi muda akan mengalami keterlambatan kedewasaan. Pada saat roda organisasi juga dapat mengalami kendala, mengingat generasi tua sudah lagi tidak selincah dulu. Padahal untuk menjaga pergerakan roda organisasi dibutuhkan mobilitas yang tinggi. “Sudah saatnya ada pembaharuan, hal itu dilaksanakan demi kepentingan bersama,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top