• Berita Terkini

    Monday, August 14, 2017

    Yayasan Shiddiqiyah Disebut Bertanggung Jawab Terkait "Spanduk 18 Agustus"

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Jajaran Polres Kebumen mengungkapkan fakta baru terkait pemasangan spanduk provokatif yang menyebut 18 Agustus hari Kemerdekaan RI. Selain di Desa/Kecamatan Adimmulyo, spanduk serupa juga didapati di enam titik yang berada di sejumlah desa dan kecamatan. Total ada 7 spanduk semacam itu di Kabupaten Kebumen.

    Masing-masing, Desa Kedungwinangun Kecamatan Klirong, Desa Kalibagor (Kebumen),  Karangkembang  dan Bojongsari (Alian), Wonokriyo (Gombong) dan Pohkumbang (Karanganyar). "Semua spanduk itu sudah diturunkan," kata Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti melalui Kasubag Humas AKP Willy Budiyanto dan Kasatintelkam, AKP Cipto Rahayu, Selasa siang (15/8/2017).


    Baca juga:
    (Spanduk Ingkari Hari Kemerdekaan 17 Agustus Muncul di Kebumen)


    Adapun pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas keberadaan spanduk-spanduk itu, kata AKP Willy, adalah Sutrisno Abdul Azis. "Berdasar keterangan yang bersangkutan, spanduk itu dipasang atas perintah yayasan pusat Shiddiqiyah (sebelumnya sempat tertulis Asshiddiqiyah, red) atau DPP Shiddiqiyah," imbuh Cipto Rahayu.

    Kepada polisi, Sutrisno yang warga Desa Banyuroto Kecamatan Buayan itu menyebut pemasangan spanduk sebagai pelurusan sejarah. "Jadi, dia ini berkeyakinan RI tidak pernah dijajah. Yang dijajah adalah bangsa Indonesia sebagaimana teks Proklamasi atas nama Bangsa Indonesia. NKRI baru dibentuk 18 Agustus `945. Asshiddiqiyah meyakini mereka wajib mensyukuri nikmat kemerdekaan itu," kata Cipto.

    Seperti diberitakan, spanduk provokatif yang menyebut 18 Agustus hari Kemerdekaan RI pertama kali diketahui di Desa/Kecamatan Adimulyo. Pada Senin (14/8/2017), spanduk meresahkan itu diturunkan paksa aparat. Belakangan diketahui, spanduk tersebut dilakukan Mulyadi warga Desa/Kecamatan Adimulyo atas perintah Sutrisno.

    Adapun bunyi spanduk selengkapnya: "17 hari kemerdekaan bangsa Indonesia, 18 hari berdirinya NKRI. Ingat !!! Tegaskan dan lantangkan. Selamat mensyukuri kemerdekaan bangsa Indonesia yg ke 72. (17 Agustus 1945 - 2017) bukan kemerdekaan republik Indonesia !!. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top