• Berita Terkini

    Tuesday, August 22, 2017

    Pendaftar Membludak, BKN Kekurangan Komputer

    JAKARTA - Pendaftaran CPNS baru 2017 masih dibuka sampai akhir Agustus. Namun pendaftarnya cukup banyak. Hingga akhir pendaftaran nanti, diperkirakan mencapai satu juta pelamar. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengaku kekurangan perangkat komputer untuk ujian nanti.



    Rekapitulasi pendaftar CPNS baru sampai kemarin pukul 15.01 menyebutkan totalnya mencapai 872.690 orang. Perinciannya adalah 846.288 pelamar untuk Kementerian Hukum dan HAM, sisanya 26.402 pelamar di Mahkamah Agung (MA).



    Kepala Biro Humas BKN Muhammad Ridwa mengatakan, bisa saja jumlah pelamar nantinya tembus sejuta orang. Namun dia mengatakan di tahap awal, sebelum ujian tulis berbasis komputer, ada seleksi administrasi dahulu. Sehingga jumlahnya bisa menyusut.



    Meskipun bakal ada penyusutan, Ridwan mengatakan BKN hanya mampu menyiapkan 1.500 unit komputer. Unit komputer ini ada di kantor BKN pusat, kantor regional, dan kantor UPT BKN. Jika nanti dalam sehari digelar lima sesi ujian, maka cukup untuk 7.500 pelamar. "Kalau ujian digelar sepuluh hari, hanya cukup untuk 75 ribu pelamar," katanya di Jakarta (22/8).



    Untuk mengatasinya kemarin BKN menggelar rapat khusus dengan jajaran MA serta Kementerian Hukum dan HAM. Tujuannya untuk mencari cara menutup kebutuhan komputer. Tidak memungkinkan jika dilakukan pengadaan komputer baru.



    Diantara solusinya nanti memanfaatkan unit komputer di kantor-kantor pengadilan di daerah. Selain itu juga memanfaatkan komputer di kantor Kemenkumham di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. "Bahkan bisa juga pakai komputer milik polda atau polres-polres," tuturnya.



    Pemerintah tetap menjalankan ujian berbasis komputer meski infrastruktur terbatas. Sebab untuk efisiensi anggaran. Selain itu juga untuk mencegah kecurangan. BKN sudah menyiapkan 20 ribu butir soal ujian. Nantinya diacak dan dibagi menjadi 100 butir soal setiap pelamar.



    Sementara itu, Menteri PAN RB Asman Abnur menuturkan bahwa pihaknya memulai rekrutrmen untuk sejumlah kementerian dan lembaga. Di antaranya adalah imigrasi, pemasyarakatan, dan peradilan, dalam hal ini rekrutmen hakim. ’’Totalnya kalau hakim itu 1.600,’’ terangnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin.



                    Formasi rekrutmen itu dia laporkan kepada presiden sebelum proses seleksi dimulai. Rencananya, seleksi bakal dimulai 1 September mendatang. Untuk Imigrasi, total PNS yang akan direkrut mencapai 2.278 orang. Sementara, porsi rekrutmen terbanyak ada pada sipir atau penjaga lapas, yakni 14 ribu lowongan dengan kualifikasi minimum SMA.



                    Untuk saat ini, baru ketiga instansi tersebut yang mendapatkan jatah merekrut PNS, karena beban kerjanya semakin meningkat. Sementara, untuk kementerian lain, Asman menyebut masih mempertimbangkannya. Pihaknya belum memberi keputusan apapun atas pengajuan PNS oleh sejumlah kementerian lain. Apakah pengajuannya akan ditolak atau dikabulkan.



                    Begitu pula saat disinggung mengenai keinginan Kemenkeu merekrut 7.000 PNS, Asman tidak langsung mengiyakan maupun menolak. ’’Ini lagi kami godok, nanti pada saatnya akan saya umumkan,’’ lanjutnya. Sebelumnya, Kemenkeu menyebut sedang berupaya meminta restu KemenPAN RB untuk merekrut 7.000 PNS. (wan/byu)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top