• Berita Terkini

    Wednesday, July 12, 2017

    Tak Bisa Akses Air, Petani Tamanwinangun Biarkan Sawah Terbengkalai

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sulitnya air dan tidak adanya traktor, membuat para petani di Kelurahan Tamanwinangun Kebumen membiarkan sawah mereka tak ditanami. Akibatnya, sawah-sawah itupun terbengkalai. Kini, para petani hanya dapat berharap ada perhatian dari pemerintah.


    Marno (48) salah satu petani RT 1 RW 3 Kelurahan Tamanwinangun mengungkapkan keluh kesahnya karena tidak dapat menanam padi pada satu musim tersebut. Padahal sebagai petani sawah telah menjadi ladang penghasilan. “Satu musim ini saya tidak dapat menanam padi,” keluhnya, Selasa (11/7/2017).

    Pihaknya menjelaskan, awal musim tanam kali ini berlangsung pada Bulan Februari lalu. Untuk sawah yang berada di sebelah Barat Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah itu mendapatkan jatah air dua hari dalam seminggu yakni pada Hari Sabtu dan Jumat. “Meskipun telah mendapatkan jatah, namun terkadang air tidak mengalir,” jelasnya.

    Pada awal musim tanam lalu, air sangat sulit, bahkan pada waktu yang telah dijadwalkan air justru dialirkan ke Selatan yakni untuk mengairi sawah di Kecamatan Kebumen dan Buluspesantren. Akibatnya traktor tidak mau turun ke sawah karena tidak ada air.  “Kami  telah kehilangan waktu, sementara bibit yang disebar telah menua, dan tidak lagi bagus untuk ditanam,” terangnya.

    Warno juga mengatakan, sawah di kawasan tersebut mendapatkan jatah traktor terakhir. Traktor baru akan menjamah setelah sawah sawah lain selesai. Padahal untuk dapat mentraktor sawah harus bertepatan dengan mengalirnya air irigasi. “Menyesuaikan jadwal traktor dan air sangat sulit. Kami berharap ada bantuan traktor untuk kelompok kami,” harapnya.

    Terpisah, kendati tidak dapat menjanjikan, namun Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen Ir Pudji Rahayu mengatakan jika memang sangat diperlukan maka pihaknya akan berusaha mencarikan bantuan traktor. Untuk itu kelompok tani tersebut dapat berkoodinasi dengan Balai Penyuluh Pertanian di Kecamatan masing-masing. “Jika memang belum menerima dan sangat dibutuhkan serta memenuhi syarat maka kami akan mengusahakan. Namun tidak menjanjikan pasti dapat bantuan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top