• Berita Terkini

    Thursday, April 20, 2017

    Warga Majenang Cilacap Tangkap Ular Sanca Sepanjang 4 Meter

    haryadi/radarbanyumas
    CILACAP - ular sanca kembang sepanjang kurang lebih 4 m, berhasil ditangkap warga Dusun Cigobabg Desa Jenang kecamatan Majenang, Rabu (19/4) malam kemarin. Penangkapan ini dilakukan oleh Yunus, Arifin dan Roni yang melihat hewan melata itu tengah melinta di jembatan Cijalu.

    Dari penuturan warga setempat, Arifin pada rabu malam kemarin sekitar pukul 21.30 tengah melintas di jembatan cijalu dari arah timur menuju barat.  Dia kemudian melihat ada ular melintang di jalan dan nampak hendak menyeberang. Dia lalu berusaha memindahkan ular dengan memakai kaki karena ada kendaraan roda 4 dari arah barat. Namun upaya ini membuat kepala ular mendongkak.

    Gagal dengan upaya pertama, dia lalu mencari bantuan dua temannya yang kebetulab tidak jauh dari jemabatan. Bertiga, mereka lebih berani hingga mampu menangkap ular dan membawanya ke rumah Arifin. Keberhasilan ketiga warga ini sontal mengundang perhatian warga. Malam itu juga mereka membuat kandang dari kayu dan kawat agar mudah terlihat dari luar.

    "Ular langsung dibawa ke rumah warga," ujar Masykur Ikhsan, salah satu tokoh warga setempat, Kamis (20/4) kemarin.

     Saat Radarmas menyambangi Dusun Cigobang, kerumunan warga masih nampak ramai. Pengendara yang tengah melintasi jalan dilokasi tersebut sempat menghentikan laju kendaraan mereka. Beberapa warga nampak mengabadikan ular itu dengan kamera telepon seluler.

    Sedangkan Arifin, Yunus dan Roni tidak berada disana karena tengah bekerja. Ular terus mengundang perhatian warga karena kandang diletakan di bekas poskamloling. Dan diatas kandang ada kotak kecil dari kertas berwarna putih dan ditulis "sumbangan seikhlase".

    Hakim, salah satu warga setempat mengatakan kalau ular ini diperkirakan hidup bebas. Terlihat dari ukuran tubuh yang relatif besar dan panjang sekitar 4  m. "Kemungkinan ular liar," kata dia.

    Selain itu, dia juga kerap mendengar warga sekitar jembatan cijalu kerap kehilangan hewan piaraan seperti ayam atau unggas lainnya. Bahkan ada kabar kalau kambing warga disana pernah hilang meski hal ini belun bisa dipastikan.

    "Kabarnya banyak warga sekitat jembatan cijalu banyak yang kehilangan ayam atau bebek," katanya.
    Dia lalu membandingkan dengan ular sejenis yang dipelihara warga setempat dan sudah berumur 5 tahun. Ular piaraan itu lebih besar dan jinak."Yang ini sepertinya lebih kecil," tandasnya. (har)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top