• Berita Terkini

    Monday, April 3, 2017

    Siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Belajar Langsung ke Peternak

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sebanyak 80 Siswa Kelas full day SMP Muhammadiyah 2 Kebumen (Spemuda) mengikuti kegiatan Field Study (kunjungan lapangan) yang dilaksanakan di lingkungan Kelompok Tani Ternak Rukun Maju Makmur Desa Sitiadi Kecamatan Puring, Minggu (2/4/2017).

    Kegiatan Field Study merupakan program rutin semester untuk kelas full day yang diadakan oleh Spemuda Kebumen dengan slogan disiplin, Islami dan kompetitif. Pendidikan bukan hanya sebatas bagaimana cara memperoleh pengetahuan, melainkan merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan keterampilan serta mengembangkan diri siswa.

    “Kompetensi ini diharapkan dapat dicapai melalui berbagai proses pembelajaran di sekolah. Adapun salah satu proses pembelajaran yang digunakan untuk mencapai kompetensi tersebut yakni melalui pembelajaran di luar kelas,” tutur Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Imam Romzan Faozi SthI.

    Pembelajaran yang dilaksanakan oleh Spemuda, lanjut Imam Rimzan, salah satunya yakni field study. Program ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran outdoor.  Dalam kegiatan tersebut, para siswa dapat melakukan observasi untuk mengungkap fakta-fakta guna memperoleh data dengan cara terjun langsung ke lapangan. “Ini merupakan cara ilmiah yang dilakukan dengan rancangan operasional, sehingga akan didapatkan hasil yang lebih akurat,” jelasnya.

    Dalam kegiatan rutin tengah semester itu, siswa kelas full day SMP Muhammadiyah 2 Kebumen diajak mengunjungi ke tempat di mana objek-objek yang akan dipelajari tersedia. Para siswa dapat belajar serta praktik secara langsung dengan tutor yang telah disediakan. Pada pelaksanaan kali ini 80 siswa dibagi menjadi tiga kelompok dengan tiga sumber belajar yakni membuat sekam bakar, mengolah kotoran dan urine sapi.

    Kelompok Tani Ternak Rukun Maju Makmur Desa Sitiadi, pembuatan sekam bakar menghasilkan asap cair yang dijadikan sebagai pestisida organik. Adapun kotoran sapi diolah menjadi pupuk padat. Sedangkan urine sapi diolah dan untuk menjadi pupuk cair.

    Dari pantauan Ekspres, para siswa pun terlihat sangat antusias dan menyimak dengan seksama penjelasan yang disampaikan tutor kelompok tani ternak sapi Partiman (45). Dalam kesempatan tersebut Partiman yang telah berulang kali mendapatkan berbagai penghargaan memberi penjelasan secara gamblang . Para siswa pun diajak langsung berinteraksi untuk mengolah kotoran sapi menjadi pupuk. Suasana lokasi peternakan yang tertata rapi, bersih serta bernuansa sejuk dengan dilengkapi berbagai jenis tanaman serta beberapa gazebo membuat para siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

    Salah satu siswa Spemuda Pediansyah mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapat ilmu dan pengalaman baru tentang bioteknologi, para pun menjadi tahu bahwa kotoran yang dihasilkan dari ternak sapi ternyata sangat bermanfaat. Hal itu tentunya dilakukan harus diolah dengan bioteknologi. “Kelompok tani ternak Desa Sitiadi ini telah lama mempraktikkan pengolahan kotoran ternak,” katanya.

    Saat mengikuti serangkaian acara, Pediansyah pun menyampikan bahwa limbah kotoran dapat dibuat menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman secara organik. Selain itu setelah diolah dengan bioteknologi limbah kotoran sapi dapat menjadi biogas yang bisa digunakan untuk sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak. “Sesuatu yang kerap dipandang sebelah mata bahkan dicap menjijikan, ternyata dapat mempunyai manfaat yang saat beserta jika diolah menggunakan ilmu yang tepat,” ungkap Pediansyah, sembari mencampur kotoran sapi dengan tanah serta beberapa bahan lain untuk dikombinasi menjadi pupuk padat.

    Imam Romzan menambahkan, studi lapangan merupakan salah satu bagian dari proses kegiatan pengungkapan fakta – fakta. Hal ini dilakukan melalui pengamatan dan wawancara. Studi lapangan berguna untuk berbagai penelitian dan merupakan cara ilmiah untuk memberikan hasil yang lebih akurat. “Ini sangat penting untuk dilakukan, dengan studi lapangan dapat diungkapkan fakta-fakta sebagai realisasi dari teori yang telah siswa pelajari melalui pelajaran di dalam kelas,” tegasnya, sembari menambahkan agar mampu menghadapi tantangan zaman para siswa perlu sekali memahami arti pentingnya penelitian. (by/mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top