• Berita Terkini

    Monday, February 27, 2017

    Peserta KWIK Ditantang Ngobrol dengan Turis

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Agar lancar dalam berbahasa Inggris, diperlukan keberanian untuk melafalkan atau berbicara mengggunakan bahasa asing tersebut. Untuk  itulah setiap Hari Minggu, Kampung Wisata Inggris Kebumen (KWIK)  yang berada di Desa Adiluhur Kecamatan Adimulyo selalu "menantang" para pesertanya ngobrol dengan Bahasa Inggris.

    Kegiatan yang disebut dengan Sunday Talks tersebut mewajibkan para pesertanya gobrol ringan dengan menggunakan bahasa Inggris. Untuk meningkatkan semangat para peserta, KWIK selalu menghadirkan turis asing dari berbagai negara dalam acara tersebut.

    Seperti pada acara Sunday Talks yang dilaksanakan,  Minggu (26/2/2017), KWIK mengundang salah satu pelajar dari Negara Amerika Serikat tepatnya New York Natalie (17). Dalam kesempatan Sunday Talks tersebut diikuti oleh 60 pelajar dari SMP Negeri 1 Kebumen, SMP Negeri 1 Sempor, SMA Negeri 1 Gombong, dan beberapa peserta umum. Salah satu peserta umum yakni dr Faiz Allaudien Reza Mardhika, yang tak lain putra Putra Bupati Kebumen HM Yahya Fuad SE.


    Turut hadir dalam acara tersebut, Retno Ariyanti Heri Nugroho SH yang tidak lain adalah istri Camat Adimulyo Heri Nugroho SH. Dalam kesempatan itu pihaknya mengatakan memberi apresiasi yang tinggi kepada KWIK. Adanya KWIK menurutnya merupakan terobosan yang sangat baik dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. “Ke depan anggota tim penggerak PKK juga akan ikut sertakan dalam mengelola KWIK, sehingga terjadi simbiosis mutualisme. TP PKK akan mengelola rumahnya menjadi Homestay,” tuturnya, sembari menambahkan Minggu depan (5/3) KWIK akan mendatangkan turis dari Pennsylvania Amerika Serikat.

    Perintis KWIK Novanda Alim Setya Nugraha mengatakan kegiatan tersebut, dapat diikuti oleh siapa saja. Dalam kegiatan itu, antar peserta akan ngobrol  satu sama lain menggunakan Bahasa Inggris. Selian itu peserta juga dapat berkenalan dan ngobrol dengan turis asing. “Intinya dalam mempelajari Bahasa Inggris adalah keberanian untuk mengucapkan dan berani berkomunikasi,” terangnya didampingi rekannya Agung.

    Sementara itu, Natalie sendiri mengatakan, kekagumannya dengan program-program KWIK yang mampu memberdayakan warga sekitar. Pihaknya juga  memuji KWIK yang turut serta membantu pemerintah dalam mempromosikan beberapa objek wisata. “I amazed with KWIK, they empowering the villagers. This is good program it’s supported the government to promoting Kebumen tourism destination,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top