• Berita Terkini

    Sunday, November 20, 2016

    Sakit Jiwa, Pria di Wonogiri Tega Bunuh Ibu Kandung

    radarsolo
    WONOGIRI – Kemarin, Minggu (20/11) menjadi hari terakhir bagi Miyem, 80, melihat mentari pagi. Warga Selorejo, RT 01 RW 02, Desa Jatinom, Kecamatan Sidoharjo ini meninggal di tangan anaknya sendiri, Sardi, 50.

    Di rumah sederhana itu, Miyem hanya tinggal berdua dengan Sardi. Sebelum kejadian, warga sekitar tidak pernah mendengar perempuan lanjut usia (lansia) itu bertengkar dengan sang anak. Semuanya baik-baik saja.

    Suasana sepi desa setempat mendadak berubah mencekam setelah Nasiyem, 55, berteriak histeris. Pagi itu sekitar pukul 07.00, dia melihat Miyem tergeletak bersimbah darah di dapur rumahnya sendiri.

    "Saat itu korban masih hidup. Tetangga yang berdatangan berusaha melakukan pertolongan. Tapi saat akan dibawa ke rumah sakit, korban (Miyem, Red) meninggal dunia," terang Kapolres Wonogiri AKBP Ronald R Rumondor melalui Kasat Reskrim AKP Ekomarudin.

    Di lokasi kejadian, lanjut Ekomarudin, Nasiyem melihat Sardi duduk termenung sambil memegang pisau. Warga kemudian mengamankan Sardi dan sebagian yang lain menghubungi polisi.

    Hasil pemeriksaan luar oleh tim Puskesmas Sidoharjo dr. Rukmi Budi, di tubuh Nasiyem ditemukan delapan luka tusukan benda tajam. Yakni tersebar di wajah, leher, dada, dan bawah pinggang.
    "Dari rapat musyawarah tingkat desa yang diikuti  Muspika Sidoharjo, kepala desa Jatinom, keluarga korban dan ketua RT RW Dusun Selorejo dan Jatinom, pihak keluarga sudah ihklas dan menerima kematian korban yang diperkuat dengan membuat surat pernyataan," beber kasat reskrim.

    Polisi mengamankan barang bukti berupa pisau. Sedangkan Sardi di bawah ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta untuk menjali pemeriksaan kejiwaan. Informasi yang dihimpun Polsek Sidoharjo, Sardi mengalami gangguan jiwa sejak 1986. Dia sempat dipasung selama dua pekan pada 1987.

    Kapolsek Sidoharjo Nugroho menerangkan, selama puluhan tahun itu Sardi belum pernah sekalipun menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa. "Kita bawa ke polsek tidak bisa memberikan keterangan apa-apa. Kalau ditanya, jawabannya ngawur," ungkap Nugroho.

    Dari sejumlah saksi dan tetangga Nasiyem, Sardi mengatakan baru saja membunuh ular. Tapi, ternyata yang dibunuh adalah ibunya. "Dia (Sardi, Red) hanya di rumah saja. Bukan seperti orang gangguan jiwa lainnya yang menggelandang," jelas kapolsek. (kwl/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top