• Berita Terkini

    Tuesday, September 13, 2016

    Mau Dikunjungi Wabup, Stadion Candradimuka Bau Pesing

    saefur/ekspres
    Tak Bayar Tagihan, PDAM Cabut Fasilitas PAM di Stadion
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Dibangun pada tahun 1992, Stadion Candradimuka diharapkan menjadi sarana pendukung olah raga di Kabupaten Kebumen. Namun, kondisinya saat ini begitu memprihatinkan. Selain ditumbuhi ilalang setinggi orang dewasa, kini baunya pesing lantaran sejak dua bulan lalu PDAM mencabut fasilitas pengairan.

    Yang bikin makin miris, Stadion itu direncanakan akan menjadi tempat upacara peringatan Hari Olahraga pada hari ini, Rabu (14/9/2016). Kegiatan untuk memeringati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September itu digelar oleh KKG Penjaskes Kecamatan Kebumen. Wakil Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz dijadwalkan untuk menghadiri kegiatan tersebut.

    "Besok (Rabu, 14 September) akan ada Peringatan Haornas. Wabup dijadwalkan (datang ke stadion) memimpin upacara," kata salah satu warga yang merawat stadion Candradimuka, Edi Suparman, Selasa (13/9/2016).

    Edi lantas menceritakan kerisauannya jelang kedatangan Wabup. Sejak dua bulan lalu, katanya, stadion sudah tak punya sumber air lagi. "Karena tak melunasi kewajiban, PDAM mencabut fasilitas tersebut," ujarnya.

    Beruntung, di saat bersamaan ada proyek pembangunan stadion. Untuk memenuhi kebutuhan air, Edi berinisiatif meminjam mesin pompa air dari pekerja proyek. Namun, itu jelas tak cukup untuk menjaga stadion dalam kondisi bersih. Salah satu alternatifnya, lanjut Edi, adalah dengan membangun sumur sendiri di Stadion. Namun itu, butuh biaya. Sayangnya, sumber dananya tak ada. "Untuk mengurangi bau pesing, kami berinisiatif memberikan pewangi," ujarnya.

    Jelas Edi berharap, ada kepedulian dari Pemkab untuk perawatan Stadion. Mengingat, baru lalu saja dipergunakan untuk konser musik yang membuat kerusakan stadion makin parah. Di saat yang sama, petugas perawat stadion saat ini hanya satu orang. "Merawat stadion sebesar ini sangat tidak mudah. Apalagi hanya dilakukan oleh satu orang," kata Edi yang kemarin bersama Romi Gundul, pria yang selama ini secara sukarela merawat stadion.(saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top