• Berita Terkini

    Sunday, September 18, 2016

    Lapuk, Balai Desa Desa Twelagiri, Banjarnegara Ambruk

    darno/radarbms
    BANJARNEGARA - Gedung Balai Desa Twelagiri Kecamatan Pagedongan ambruk, Sabtu (17/9). Gedung tersebut ambruk karena rangkanya tidak kuat menahan beban atapnya yang cukup berat. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    Sebab terjadi di malam hari dan penjaga sedang tidak berada di dalam ruangan. Meskipun demikian, kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa ini mencapai ratusan juta Rupiah. Bukan saja karena kerusakan fisik. Namun juga peralatan kantor dan medis yang hancur tertimpa puing. Sebab balai desa yang ambruk ini sedang ditempati untuk Puskesmas Pagedongan yang sedang direhab.


    Camat Pagedongan, Juwandi mengatakan ambruknya atap ini disebabkan rangka kayu yang sudah lapuk. "Mungkin karena kurang perhatian," kata dia di lokasi, kemarin (18/9). Umur bangunan yang ambruk ini sekitar delapan tahun. Juwandi menjelaskan atap ambruk sekitar pukul 23.30 WIB. "Puing-puing bangunan menimpa alat-alat kantor dan medis di dalamnya," ungkapnya. Dijelaskannya, kerugian fisik bangunan sekitar Rp 80 juta. Sedangkan kerugian alat kantor dan medis diperkirakan Rp 70 juta. Adapun dokumen fisik tidak rusak dan masih bisa diselamatkan. Sedangkan dokumen yang tersimpan dalam hardisk belum diketahui. Pasalnya belum dilakukan pengecekan.

    Untuk Sementara, pelayanan Puskesmas akan dipindah di Rumah Dinas Camat Pagedongan. Sehingga mulai hari ini, pelayanan kepada masyarakat tetap bisa dilayani.
    Kepala Puskesmas Pagedongan Heni Eka Setiawati mengatakan saat ambruk, penjaga sedang berada di luar. "Tahu-tahu ambruk. Saya dapat laporan setengah dua belas malam. Laporannya lokasi sekitar ikut bergetar," ungkapnya.

    Heni mengatakan sejak menempati awal Agustus lalu, tidak ada tanda-tanda bangunan akan ambruk. Misalnya bagian atap melengkung atau kebocoran saat hujan. Namun dia memperkirakan ambruknya atap ini disebabkan bangunan berada di lokasi rawan tanah gerak dan basah. Sehingga pondasi bergeser. Hal ini terlihat dari tembok sebelah timur yang miring pasca ambruk.

    Kapolres Banjarnegara, AKBP Saiful Anwar mengatakan peristiwa ini disebabkan bagian atap yang sudah lapuk. Sehingga pihaknya tidak melakukan penyidikan atas peristiwa ini. "Nanti akan diperbaiki," kata dia.(drn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top