• Berita Terkini

    Thursday, September 15, 2016

    Akbar Khafani, Bocah Penderita Hidrocefalus, Butuh Bantuan

    andi/ekspres
    PURWOREJO- Nazran Muhammad Akbar Khafani, bocah berusia 8 bulan ini menderita Hidrocefalus sejak usia 1,5 bulan. Orang tuanya, Bambang Sukmantoro (49) dan Elin Herlina (36) warga Dusun Paretulus RT 2 RW 1 Desa Tri Mulyo Kecamatan Grabag tidak mempunyai biaya untuk pengobatan.

    Kelainan Hidrocefalus diketahui keluarga sejak didiagnosis (ICD-X) Intracranial Haemorroage dengan anemia grafis oleh dokter RSUD Tjitrowardoyo pada usia 1,5 bulan. Sejak saat itu, keluarga berkeinginan untuk mengobatkan Nazran ke rumah sakit, tetapi hingga saat ini belum terlaksana. Meski memiliki KIS dan rujukan dokter RSUD, orang tua Nazran belum dapat membawanya ke RS yang ditunjuk, yakni RS dr Sarjito, Jogjakarta, lantaran tak ada biaya.

    "Mungkin biaya rumah sakit bisa gratis, tapi biaya lain kesana yang belum ada. Modal warung juga telah habis, kita juga memikirkan dua anak lainnya yang masih duduk dibangku SD. Bahkan, untuk hidup sehari-hari saja juga susah," ungkap Bambang saat ditemui di rumahnya, kemarin.

    Bambang menceritakan, penderitaan Nazran diawali gejala demam tinggi dan tidak mau minum susu. Karena demam itu, Nazran dibawa ke bidan dan olehnya dirujuk ke RS Palang Biru Kutoarjo. "Nazran sempat akan dirawat di RS Palang Biru, tapi karena ruangan penuh, dokter menyarankan pindah ke RSUD Tjitrowardojo," katanya.

    Setelah masuk RSUD, pagi harinya sekitar pukul 05.00 WIB, Nazran mengalami pendarahan lewat telinga kiri. Oleh dokter, Nazran dibawa keruang isolasi dengan incubator dan dilakukan cek darah di laboratorium.  "Akhirnya dokter menyarankan dirujuk ke dr sardjito Jogjakarta. Ternyata di dr Sardjito penuh, lalu Nazran hanya bisa dirawat di RSUD, selama sekitar 3 minggu," lanjutnya.

    Selama perawatan itu, Nazran sempat dilakukan scan. Hasilnya menunjukkan ada pendarahan di otak dan mengalami gejala hedrucepalus. "Kepala Nazran kelihatan membesar dan Nazran tetap diminta dirujuk ke Sardjito untuk mengetahui tingkat keparahan. Namun, sampai sekarang belum bisa kesana karena tidak ada biaya," jelasnya.

    Saat ini, Nazran hanya menjalani pengobatan alternatif berupa pemberian pengobatan herbal yang diberikan orang tuanya. Meski kondisi tubuh Nazran tampak membaik, penyakit Nazran membuat kedua matanya putih seperti mengalami kebutaan. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top