• Berita Terkini

    Saturday, August 6, 2016

    BKKBN Targetkan IUD dan Implant

    IMAM/ESKPRES
    Sosialisasi MKJP Digencarkan
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan penggunaan alat kontrasepsi IUD dan implant. Terkait arah kebijakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah pun mengumpulkan kepala bidang KB Se-Jateng di Hotel Candisari Karanganyar, baru-baru ini.

    Pada rapat yang dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Mustar itu dilanjutkan dengan sosialisasi standarisasi pelayanan KB hingga Kamis (4/8). Hadir Kabid KB Perwakilan BKKBN Provinsi Jateng Agus Pujiono, Analis Humas BKKBN Jateng RA Fittry Rachmawati, dan Kasi KB pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kebumen Sutarso. Tampil sebagai narasumber dari Pusat Pelatihan Klinik Primer (P2KP) dokter Palupi SPOK.

    Dengan mengikuti pelatihan tersebut diharapkan para kepala bidang KB mengetahui standarisasi pelayanan KB. "Sebelum ini kami telah melaksanakan pelatihan teknologi kontrasepsi terkini atau Contraceptive Technology Update (CTU)," kata Mustar.

    Untuk diketahui, arah kebijakan ke depan yakni penggunaan MKJP. Di mana dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMD) 2010 - 2014 terdapat target pemakaian kontrasepsi cara modern sebesar 60 persen. Untuk IUD 4 jangka waktunya ada yang sampai 10 tahun, sedangkan implant ada yang 3 tahun dan 5 tahun.  Dengan MKJP tersebut menjadi salah satu solusi pencapaian target tersebut mengingat tingkat keberlangsungan pemakaian kontrasepsi cukup tinggi berkisar 90 - 94 persen. Sehingga diharapkan dapat menurunkan angka putus pakai kontrasepsi (drop out).

    Para kabid KB yang telah mendapatkan pelatihan itu pun diminta mempersiapkan tenaga medis, bidan dan dokter di daerahnya masing-masing. Menurut Mustar, hal itu dilakukan agar memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan KB.

    Dalam paparannya, Palupi menjelaskan, peran dokter dalam pelayanan KB antara lain sebagai inisiator / penggerak program KB di wilayah kerja dan masyarakat sekitarnya. Selain itu sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan KB dan pengayom terhadap rumor tentang KB serta mencatat dan melaporkan kegiatan terkait KB. "Juga sebagai cendekia yang pro KB  meliputi promosi, advokasi, KIE  dan konseling KB," jelasnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top