• Berita Terkini

    Wednesday, July 20, 2016

    Bebas Perploncoan, PLS Dirasa Menyenangkan

    saefur rohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah melarang pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) atau dahulu disebut MOS dari segala hal berbau aneh dan perploncoan. Selain itu,  siswa senior juga telah dilarang ikut menangani PLS dan harus ditangani para guru.

    Sejumlah siswa di Kebumen yang ditemui, mengaku malah menikmati PLS dengan metode sekarang ini. Seperti yang terlihat di SMK Komputer Karanganyar ini.  Purwa Suistiyarini (17, salah satu siswa yang juga pengurus OSIS mengaku tak masalah bila PLS tak melibatkan para siswa senior seperti dirinya. Bahkan, aturan itu dinilainya membuat mereka lebih "ringan" karena tak harus melakukan persiapan khusus. "Kalau MOS sekarang lebih mudah karena gak banyak persiapan. Juga gak terlalau capek karena materinya lebih banyak  disampaikan di ruang kelas," ujarnya siswa kelas XI itu di sela-sela PLS yang tengah berlangsung.

    SMK Komputer Karanganyar sendiri memiliki kebijakan khusus dalam PLS kali ini. Pihak sekolah mewajibkan siswa baru mengenakan selempang buatan sendiri. Selempang bertuliskan SMK Komputer Karanganyar itu dikenakan selama masa PLS.  Kebijakan itu mendapat sambutan antusias dari para siswa baru. Menurut mereka, atribut itu tak merepotkan dan mudah dibuat sehingga dirasa tak memberatkan. "Kalau buat slempang dan papan nama kaya gini si nggak sulit juga nggak butuh waktu lama paling 1 jam sudah jadi. Lagian biayanya murah. Hanya habis Rp 10 ribu untuk beli kertas dan lem," ujar  Fitria (15), salah satu siswa baru.

    Ungkapan senada diungkap siswa baru lainnya, Irawan (16). Remaja warga RT 5 RW 3 Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan itu mengaku malah senang mengenakan atribut itu."Kalau MOS yang sekarang lebih mudah. Tidak terlalu banyak tugas dari kakak senior juga gak jadiak ribet. Walau suruh buat slempang kaya gini juga gak lama bikinnya. Malah PLS jadi makin asik aja," ujarnya.

    ` Sementara itu, salah satu guru SMK Komputer Karanganyar, Ali Abdulah Muklis (38) mengatakan,  PLS menjadi langkah awal pembentukan karakter bagi siswa baru yang dihadapkan dengan lingkungan, budaya dan kedisplinan yang berbeda di sekolah baru mereka.

    Oleh sebab itu, pihak sekolah mengedepankan kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang kreasi, bakat dan karakter siswa baru selama masa PLS.  PLS di SMK Komputer Karanganyar berlangsung tiga hari, mulai Senin (18/7) hingga Rabu (20/7). PLS dilaksanakan dari pukul jam 07.00 sampai 15.00 WIB. "Dengan adanya sistem PLS ini sangat bagus karena lebih mudah dan guru dan anggota OSIS lebih kreatif dalam upaya membentuk pribadi yang mandiri dan menanamkan jiwa sportifitas bagi para siswa baru," ujarnya. (saefur rohman/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top