• Berita Terkini

    Wednesday, May 18, 2016

    Blokade Jalan di Desa TriwarnoBelum Dibuka

    imam/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Desa Triwarno Kecamatan Kutowinangun hingga Selasa (17/5) masih berlangsung. Warga enggan membuka blokade karena pihak pengambil tanah urug, belum bersedia melakukan pemeliharaan jalan. Akibat blokade tersebut selama dua hari ini, truk pengangkut tanah urug otomatis berhenti beroperasi.

    Sebelumnya, blokade jalan dilakukan oleh warga saat melakukan aksi demonstrasi menyusul banyaknya kerusakan jalan, akibat dilalui truk pengangkut tanah urug jaringan jalan lintas selatan (JJLS), Minggu (15/5/2016).

    Menurut warga setempat, akibat sering dilalui kendaraan truk pengangkut tanah,  kondisi jalan mengalami rusak parah, selain berlubang dan berkubang, jalan juga kotor dan licin. Kondisi itupun kerap menyebabkan kecelakaan.

    Pihak polres Kutowinangun pun melakukan survai jalan, menyusul adanya aksi demonstrasi warga. Survai dilaksanakan untuk melihat seberapa parah kerusakan jalan. Polsek Kutowinangun juga melakukan pemeriksaan terhadap jalan yang telah diblokade. “Kita akan mempertemukan perwakilan warga dan perwakilan kontraktor terkait masalah tersebut,” tutur Kapolsek Kutowinangun AKP Rudjito SH, Senin (16/5) di sela-sela memeriksa kondisi lapangan.

    Sementara itu di Kantor Kecamatan Kutowinangun, Selasa (17/5) dilaksanakan pertemuan antara kepala desa dan pihak terkait, untuk membahas kemelut tersebut. Pertemuan juga dihadiri oleh beberapa kepala desa diantaranya, Kepala Desa Jlegiwinangun, Korowelang, Babadsari dan Triwarno Kecamatan Kutowinangun. Hadir juga Camat Kutowinangun Drs Agus Susanto, personil dari Polsek dan Koramil Kutowinangun, serta pihak pengambil tanah urug, yakni Sarijan dari CV SKN dan Najib pihak pengambil tanah urug lainnya. Hadir pula perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen yakni Kasi Jalan Bidang Bina Marga Misrodin.

    Camat Kutowinangun Drs Agus Susanto menghimbau kepada pihak pengambil tanah urug untuk menutup muatan dengan terpal, sehingga meminimalisir jatuhnya muatan dijalanan.  Pihaknya juga menekankan untuk tidak melakukan pengambilan tanah pada musim hujan. “Ini agar jalan tidak rusak dan licin,” terangnya.

    Dalam pertemuan tersebut, pihak pengambil tanah urug bersedia melakukan perawatan jalan. Perbaikan jalan yang telah rusak akan dimulai dua hari kedepan. Secara teknis untuk perbaikan jalan akan dikonsultasikan dengan pihak DPU. “Prinsipnya kami juga tidak ingin masyarakat terganggu, maka jika memang meminta perbaikan akan segera kita laksanankan,” ucap Kepala Desa Ambalresmi Wagino mewakili pihak pengambil tanah urug. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top