• Berita Terkini

    Thursday, March 10, 2016

    Diduga Tendang Siswanya Sendiri, Guru di Purbalingga Dilaporkan ke Polisi

    CAHYO/RADMAS

    PURBALINGGA - Seorang guru di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga berinisial PW (35) dilaporkan ke polisi. Pria yang sehari-hari mengajar di SD N 3 Panusupan, Kecamatan Rembang itu diduga menganiaya HC, salah satu siswanya.

    Kamis sore (10/3/2016), Fredi Setiawan dan istrinya yang tak lain orang tua korban mendatangi Polsek Rembang. Mereka melaporkan, anaknya, HC telah ditendang PW pada Sabtu (5/3/2016) pada acara kerja bakti di sekolah.

    Akibatnya, bocah laki-laki yang baru duduk di Klas IV SD harus menderita sakit di bagian perutnya.  Kepada Radarmas dihadapan polisi, HC mengatakan, saat itu sekolah sedang mengadakan kerja bakti. Dia sedang membersihkan sampah, diperintahkan untuk pindah lokasi oleh wali kelasnya. Namun korban tidak boleh pindah oleh pelaku.

    “Guru marah lalu menendang dan kena perut saya di bagian kanan ke tulang. Ini masih sakit dan memar. Saya lalu pulang dan mengadu ke bapak di rumah,” ungkap HC sembari menunjukkan perutnya.

    Tidak terima dengan perbuatan guru tersebut, orang tua korban, lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Rembang, Senin (7/3). Orang tua korban juga memeriksakan anaknya ke Puskesmas Rembang, dan menurut keterangan petugas medis, anaknya mengalami memar pada bagian tulang rusuk sebelah kanan.

    “Pihak sekolah dan guru itu, sebenarnya sudah datang ke rumah untuk meminta maaf dan sudah saya maafkan. Tapi saya lihat guru itu arogan, itu yang membuat kami tidak terima dan akhirnya melapor ke polisi. Sebab, kejadian seperti ini sudah pernah dilakukan dua kali dengan korban yang berbeda," ungkap Fredi.

    Kapolres Purbalingga, AKBP Anom Setyadji SIK melalui Kapolsek Rembang, AKP Imam Hidayat mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya lalu melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindakan penganiayaan oleh guru kepada siswanya itu.

    "Untuk saat ini, kami masih meminta keterangan dari para saksi, terutama pihak korban. Nanti kami juga akan memeriksa terlapor dan meminta keterangan dari pihak sekolah," paparnya.

    Ketika dikonfirmasi melalui telepon oleh Radarmas, Pw mengaku tidak ada kesengajaan menendang siswanya itu. Dia mengungkapkan, sebelum kejadian dirinya sedang menginjak-injak sampah. Kemudian, siswanya, HC lewat sembari membawa sterefoam dan mengenai kakinya. Karena respon mendadak dan reflek, kaki Pw mengangkat dan mengenai bagian perut anak didiknya, HC. (amr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top