• Berita Terkini

    Kamis, 14 Juli 2022

    Saat Ular Kobra Ngumpet di Sebuah Warung Makan di Gombong


    KEBUMEN(kebumenekspres.com)- Ular Kobra sepanjang 1,2 meter diamankan tim Damkar Gombong di sebuah warung makan milik Parsino warga Kedungpuji Gombong. Ular dengan bisa mematikan tersebut diamankan saat bersembunyi di dapur. 


    Kejadian bermula ketika pemilik warung makan tersebut akan pergi ke dapur. Namun dikagetkan dengan kemunculan ular Kobra yang melingkar di dapur. Karena saking takutnya dan cukup membahayakan, sang pemilik akhirnya menghubungi team Damkar untuk menangkap ular tersebut, baru-baru ini.


    Kasatpol PP Kebumen melalui Kabid Gakda dan Perkada Danang Dwi Hartanto mengatakan usai menerima laporan warga satu regu dari tim Damkar Gombong langsung menuju ke lokasi. Benar saat di lokasi, ditemukan ular Kobra yang cukup berbisa dari jenis Kobra Jawa/ Naja Sputatrix. 


    Kemudian, setelah diketahui keberadaan ular tersebut team damkar Gombong dengan peralatan lengkap langsung bergegas untuk menangkapnya. Dan ular tersebut berhasil diamankan dan akan dilepaskan di habitatnya. “Posisi Ular berada di area dapur  kini diamankan di Pos Damkar Gombong dan akan segera dilepas ke habitatnya,” jelasnya. 

    Menurutnya memang ular jenis Kobra Jawa ini memiliki bisa yang sangat tinggi (High Venom) sehingga akan sangat berbahaya apabila di tangkap oleh warga tanpa peralatan yang memadahi. Masyarakat juga dihimbau untuk berhati-hati apabila mendapati hewan berbisa seperti ular Kobra Jawa, karena bisanya bisa menyebabkan kematian. “Warga masyarakat agar berhati hati apabila menemukan ular jenis ini, karena termasuk berbisa tinggi High Venom,” ungkapnya.


    Dilain kesempatan tim Damkar Gombong juga mengevakuasi sarang tawon jenis Vespa Avinis diatap rumah Suratman Warga Desa Pringtutul Kecamatan Rowokele Kebumen. Sarang tersebut sudah cukup besar dengan diameter 50 cm dan sangat membahayakan. 


    Evakuasi sendiri dilaksanakan oleh tiga regu dari Team Damkar Gombong yang mendapat laporan warga adanya sarang tawon jenis Vespa. Evakuasi sendiri, dilakukan pada malam hari karena dirasa lebih aman dan tawon sedang berkumpul di sarangnya. 


    Danang Dwi Hartanto menuturkan evakuasi dilakukan oleh 3 regu team damkar Gombong, yang mendapat laporan adanya sarang tawon Vespa yang cukup besar di salah satu rumah warga. Kemudian team langsung datang dan mengevakuasi datang tersebut. 


    Menurutnya team Damkar Cukup mengalami kesulitan, karena sarang tawon Vespa berada di atap rumah warga. Dan baru bisa dievakuasi dua jam kemudian. “Evakuasi dimulai pukul 19.30  WIB dan selesai pukul 22.07 WIB karena memang sarang tersebut berada di atap,” ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top