• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Sabtu, 17 November 2018

    Bikin Miris, Pengakuan Ibu Kandung Suami yang Bunuh Istri di Bonorowo

    fotoahmadsaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Daryono (38), pria warga Desa/Kecamatan Bonorowo tega menghabisi istrinya sendiri, Eni Hernawati (27), dengan sebilah sabit. Usai melakukan hal di luar nalar itu, Daryono nekat menenggak minuman racun.

    Hingga saat ini, Polisi masih mendalami motif di balik peristiwa menggemparkan tersebut. Hanya, pihak keluarga menuturkan, kedua pasangan suami istri yang menikah pada April 2018 lalu itu, selama ini diketahui sudah sering cek cok.

    Hal itu diungkapkan Ibu kandung Daryono yakni Tegosuwarji (63) saat ditemui Kebumen Ekspres, Jumat (16/11/2018).

    Menurut Tego, sejak awal pernikahan Daryono dan Eni Hernawati sudah tidak harmonis. Salah satu pemicunya, menurut dia, gaya hidup Eni yang doyan hidup mewah. Dari meminta jajan mewah mulai buah - buahan hingga makanan yang serba enak hingga permintaan Eni untuk menjual sawah demi membeli sepeda motor keluaran terbaru.

    "Mintanya buah, beli anggur, apel, buah peer harus beli 1 kg padahal harganya mahal, makanya juga harus ikan nggak mau sayur, hingga nyuruh jual tanah untuk beli motor," kata  Tego.

    Masih kata dia, Daryono hanya seorang buruh tani tak mampu menuruti keinginan sang istri. Hingga kemudian, Daryono sempat mengeluh kepadanya soal dia diracun sang istri.

    Daryono pernah 4 kali keracunan yang diduga di racun oleh sang istri. Saat beberapa kali minum air buatan istrinya seperti air putih, air jeruk, air teh Daryono mengalami muntah - muntah. "Pernah waktu Dar macul disawah Eni mengirim air putih dan pulangnya dia mutah - mutah," ujarnya.

    Seringnya keracunan Daryono meminta doa kepada ibu kandungnya untuk kuat menghadapi cobaan rumah tangganya yang tidak harmonis. Bahkan terakhir sebelum kejadian Daryono sempat mengadu kepada ayahnya Jogo Sutrisno pada Rabu (14/11) sekitar pukul 22.00 WIB pelaku sempat mutah - mutah karena diracun oleh sang istri.

    Saat ditanya soal kondisi suaminya itu, Eni menurut Tego, hanya diam saja. "Dulu Eni memang sempat menolak lamaran anak saya," katanya.

    Dia lantas mengenang masa-masa awal pernikahan Daryono dengan Eni Hernawati. Daryono yang merupakan anak kandung no 2 dari 5 saudara ini menikah pada bulan April 2018.

    Pada awalnya Daryono, bujangan berusia 37 tahun, dikenalkan Eni Hernawati (27) warga Desa Ngabean Kecamatan Mirit.


    Daryono langsung jatuh cinta pada Eni  pada pandangan pertama. Saat itu, Eni baru pulang merantau menjadi seorang pembantu di Jakarta.  "Eni sempat menolak lamaran anak saya, dia mau dilamar asalkan maharnya 20 juta," katanya.

    Mendengar mahar yang begitu besar Daryono yang bekerja segari - hari sebagai buruh tak sanggup dan mundur untuk melamar, namun selang beberapa hari Eni mendatangi rumah Daryono untuk meminta maaf atas permintaan maharnya dan dia bersedia untuk diperistri karena calon suaminya telah mapan dan mempunyai rumah sendiri.Tiga bulan menjalin hubungan, keduanya menikah.

    "Eni ke rumah minta maaf soal mahar 20 juta katanya hanya lelucon, akhirnya dia mau menikah karna Dar sudah punya rumah," kata Tegosuwarji

    Seperti diberitakan, Daryono, ditemukan tergeletak di kamar tamu rumahnya,  RT 1 RW 2 Dukuh Tugusari Desa/Kecamatan Bonorowo, Kamis dini hari (15/11/2018).

    Di dekatnya, terbujur jenasah istrinya, Eni Hernawati (27), yang bersimbah darah akibat sabetan sabit oleh Daryono. Diduga, Daryono membunuh istrinya, kemudian menenggak racun

    Saat ini, Daryono masih dalam perawatan intensif di RSUD Prembun (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top