• Berita Terkini

    Friday, December 8, 2017

    Warga Magelang Tewas Gara-gara Keributan di Tempat Karaoke

    foto : wiwid arif/magelang ekspres
    MAGELANG TENGAH – Perkelahian berujung maut kembali terjadi di Kota Magelang. Jumat (8/12) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, Joko Wahartono (57) harus tewas setelah dikeroyok, di depan Karaoke Happy Puppy, Jalan Gatot Soebroto, Kota Magelang. Korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam dan meregang nyawa saat dirawat di RSUD Tidar.

    Hingga saat ini, Polres Magelang Kota masih melakukan pendalalam kasus. Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Wakapolres, Kompol Prayudha Widiyatmoko menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi terkait kejadian pembacokan yang diduga akibat keributan di salah satu bilik ruang karaoke.

    ”Keributan itu melibatkan DN dan seseorang yang belum kami ketahui identitasnya. Lalu, korban yang merupakan petugas keamanan di Happy Puppy itu berusaha mengeluarkan mereka yang terlibat dalam keributan ke luar ruangan,” katanya di Mapolres Magelang Kota, Jumat (8/12).

    Setelah sampai di luar ruangan, katanya, justru korban dan DN terlibat keributan sendiri. Korban yang warga Kampung Bayeman, Kelurahan Kemirirejo itu kemudian pulang ke rumahnya yang dekat dengan tempatnya bekerja untuk mengambil sebilah parang.

    Rupanya korban Joko kembali lagi ke Happy Puppy dan keributan dengan DN pun berlanjut. Tidak diketahui kenapa, Joko terjatuh dan parang yang dibawanya diambil oleh DN dan disabetkan ke tubuh korban hingga tersungkur serta berdarah.

    ”Dalam kondisi luka-luka, korban dibawa ke RSUD Tidar Kota Magelang untuk mendapat perawatan. Tapi, nahas korban dikabarkan meninggal dunia. Sampai saat ini masih dilakukan otopsi untuk mengetahui luka-luka yang dialami korban,” katanya.

    Usai kejadian itu, Yudha mengaku, pihaknya sudah mendatangi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas pun memasang garis polisi di halaman depan Happy Puppy untuk keperluan penyelidikan.

    ”Sejauh ini kami sudah memeriksa tiga saksi. Satu di antaranya DN yang kemudian kami tahan, tapi belum berstatus tersangka. Kasus ini masih kami dalami untuk mengungkap kronologi dan motif lengkapnya,” jelasnya.

    Sementara itu, manajemen Happy Puppy belum bisa dimintai keterangan seputar peristiwa maut itu. Saat awak media menyambangi Happy Puppy untuk konfirmasi, karyawan setempat tidak mau diwawancarai.

    ”Maaf, manajer kami sedang ada rapat internal, tidak bisa diganggu,” ujar salah satu karyawan berjenis kelamin perempuan yang enggan disebutkan namanya.

    Berdasarkan pantauan di sekitar lokasi, muncul dugaan bahwa korban sempat berjalan ke arah rumahnya setelah di beberapa bagian tubuhnya terkena sabetan pedang. Di tepian jalan, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian bahkan masih terlihat jelas darah yang sudah mengering.

    Sementara, sekitar 100 meter dari lokasi, rumah korban Joko Wahartono sudah ramai didatangi oleh warga setempat. Sudah terpasang pula tenda dan kursi-kursi serta bendera putih yang menandakan sedang ada lelayu.

    Berdasarkan penuturan sejumlah warga setempat, Joko memang diketahui adalah warga Kampung Bayeman. Ia baru sekitar dua tahun ini tinggal di Gang Kanthil, Bayeman, setelah sebelumnya berada di Kampung Karanggading, Magelang Selatan.

    Tak banyak yang tahu dengan keseharian korban karena memang dianggap jarang bersosialisasi. Setahu warga, Joko bekerja sebagai pengemudi ojek online.

    ”Kalau malam bekerja sebagai petugas keamanan di karaoke. Saya tidak begitu mengenal dengan Pak

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top