• Berita Terkini

    Jumat, 17 Mei 2024

    Jatah LPG Kebumen Ditambah 40 Ribu Tabung, Warga Diminta tidak Panik


    KEBUMEN(kebumenekspres.com) - Menindaklanjuti adanya kelangkaan LPG 3 kg, Pemkab Kebumen  bersama Pertamina dan kepolisian melakukan inspeksi lapangan menyikapi terjadinya kelangkaan Gas LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Kebumen. 


    Hasilnya, sejauh ini kebutuhan LPG 3 kg warga masih terkendali. Terkait adanya keluhan kelangkaan, terjadi karena adanya peningkatan konsumsi masyarakat akan gas melon tersebut.  Mengatasi hal ini, Pertamina akan memberikan tambahan fakultatif sebanyak 40. 880.000 tabung LPG 3 Kg selama dua hari.


    “Selama dua hari kita akan berikan tambahan fakultatif sekitar 40 tabung, mudah-mudahan itu cukup mengatasi kelangkaan ini,” kata Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Area Cilacap, Muhammad Agung Afrizal, kemarin (17/5)

    Agung menjelaskan, saat ini PT Pertamina sedang menyosialisasikan program subsidi tepat LPG 3 Kg, yakni masyarakat membeli gas melon datang langsung ke pangkalan dengan syarat bawa KTP. Untuk itu pihaknya meminta kepada pemerintah daerah, Agen hingga Pangkalan LPG 3 Kg menginfokan langsung ke konsumen.   “Pengkalan akan memproses transaksi pembelian gas melon dengan NIK, sehingga data konsumen akan terdata secara digital,” katanya

    Tak hanya itu, Agung meminta kepada masyarakat untuk jangan panik buying dengan penggunaan gas melon, pihaknya akan selalu mensuplai dan mencukupi kebutuhan gas melalui pangkalan.   “Angka konsumtif Gas LPG 3 Kg di Kebumen ini sekitar 40 ribu tabung sehari, dan kita selalu berupaya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya. 


    Sementara Koordinator Agen Gas 3 Kg Kebumen, Arif mengatakan di Kabupaten Kebumen saat ini ada sebanyak 22 agen gas LPG 3 Kg dan 1738 pangkalan se Kabupaten Kebumen.   “Kita sudah kridonasikan setiap agen untuk mensosialisasikan program baru dari Pertamina, dan pangkalan yang tersebar siap melayani kebutuhan masyarakat terhadap elpiji 3 kilogram,” kata Arif yang juga Direktur Agen Gas LPG 3 Kg, PT Amita Karya Catur Bakti tersebut

    Sementara itu Pemkab Kebumen melakukan  monitoring ke sejumlah agen,  Kamis (16/5). Tim ini dibagi dua. Tim satu dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maria Margaretha Sri Kuntarti. Tim dua dipimpin Kepala Bagian Perekonomian Sekda Purnowati.


    Purnowati mengatakan, ia bersama pihak Pertamina, Kesbangpol, Polres dan Satpol PP telah melakukan monitoring ke salah satu agen gas LPG di Selang kecamatan Kebumen. Dari hasil pantauan itu, tidak ditemukan gas 3 Kg yang disimpan atau ditimbun. Semua langsung terdistribusi di hari pengiriman.

    "Dari hasil pantauan kami, di sana (agen) tidak ditemukan adanya penimbunan gas. Agen setiap harinya mendapat pengiriman gas dari Pertamina dan langsung dikirim ke pangkalan pada saat itu, sesuai wilayah pengiriman," ujar Purnowati, Kamis 16 Mei 2024.


    Kemudian untuk memastikan gas terdistrubusi dengan baik, Tim monitoring bergerak menuju beberapa pangkalan ke Desa Roworejo, Kecamatan Kebumen dan Desa Kalirancang Kecamatan Alian, serta ke pangkalan di wilayah Panjer, Kebumen.


    "Secara umum kita liat masih terkendali, barang masih tersedia, cuma penyerapannya atau kebutuhan masyarakat meningkat. Baik yang di wilayah pedesaan ataupun  perkotaan," ujarnya.

    Adanya kebutuhan gas yang meningkat khususnya untuk mencukupi permintaan para pelaku UMKM dan perumahan, maka kata dia, di beberapa tempat terjadi kelangkaan gas. Seperti halnya di pangkalan gas yang ada di Panjer, Kebumen stock gas langsung habis begitu ada pengiriman dari agen. "Tadi yang di sini Panjer itu datang pengiriman jam 9 pagi, jam 11 sudah langsung habis karena permintaan masyarakat meningkat," ucapnya.

    Pihaknya pun sudah meminta kepada Pertamina dan agen untuk melakukan penambahan pasokan gas LPG 3 Kg. Ia menyebut beberapa pangkalan ada yang sudah ditambah dari 400 tabung menjadi 460 tabung setiap bulannya.

    "Pangkalan ini rata-rata mendapat kiriman gas satu minggu sekali sebanyak 100 tabung Jadi satu bulan itu ada 400 tabung kita tambah menjadi 460 tabung. Tentunya penambahan ini disesuaikan dengan permintaan pasar," tukasnya. 

    Adapun mengenai adanya informasi agen yang mengoplos gas LPG 3 Kg ke 12 Kg, Purnowati menyampaikan pihaknya masih melakukan penelusuran bersama TNI/Polri sehingga belum bisa memastikan kebenarannya. Namun demikian, hal itu menjadi informasi penting untuk didalami. (*)



    Berita Terbaru :


    Scroll to Top