• Berita Terkini

    Rabu, 21 Februari 2024

    MDMC Gandeng MPM PWM Jateng Bantu Petani Terdampak Banjir Grobogan

    ENANGANAN PASCA BANJIR: MDMC dan MPM Jawa Tengah meninjau lokasi banjir untuk membantu penanganan pasca banjir di Kabupaten Grobogan dan Kudus, Selasa 20 Februari 2024

    KEBUMENEKSPRES.COM, GROBOGAN - Muhammadiyah Disaster Management Center(MDMC) Jawa Tengah saat ini masih melakukan penanganan darurat bencana banjir di Demak dan Kudus.

    Sebelumnya MDMC juga terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir di Kabupaten Grobogan yang terjadi sebelumnya.

    Sebagaimana diketahui bahwa banjir besar Grobogan dipicu oleh hujan intensitas tinggi sejak awal bulan Februari sehingga meningkatkan debit sungai dari hulu. Akibatnya sungai Lusi, sungai Serang, dan sungai Tuntang tidak mampu menampung debit air sehingga meluap. Diperparah lagi , sejumlah tanggul sungai jebol. 

    Pasca bencana banjir, MDMC kembali mendatangi lokasi kejadian di Kecamatan Gubug tepatnya di Desa Kemiri.

    “Kami melihat langsung perbaikan tanggul sungai Tuntang yang jebol di Gubug dan beberapa tempat lainnya di desa Kemiri. Beberapa alat berat masih bekerja melakukan penanganan lumpur yang menutup permukiman, jalan, saluran irigasi dan areal persawahan”, ungkap Muh. Edy Supriyanto selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi MDMC Jateng yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi.

    Ketika disinggung maksud dan tujuan datang ke lokasi pasca bencana, Edy menerangkan bahwa pihaknya memiliki peran menyusun pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitupasna).

    “Ini merupakan observasi awal sebelum kami menyusun Jitupasna”, tegasnya.

    Edy juga menjelaskan bahwa dirinya bertemu dengan beberapa warga yang rumahnya terdampak langsung. “Kami juga bertemu dengan pemuka masyarakat dan Ketua PCM Gubug untuk mendapatkan masukan dari Ketua PCM mengaku bahwa dampak terberat dirasakan petani”, imbuh nya. 

    Ia melanjutkan dari informasi tersebut selanjutnya MDMC Jateng menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPM) Jateng untuk ikut membantu penanganan pasca bencana bidang pertanian.

     Disinggung mengenai hal tersebut, Naibul Umam, Sekretaris MPM PWM Jateng menyebut sudah ada komunikasi dengan MDMC terkait bantuan korban terdampak banjir tersebut.

    “Kami diajak koordinasi dengan MDMC untuk masalah ini (pasca bencana) terutama bagaimana ada program pemulihan dan pendampingan petani pasca banjir Grobogan”, ungkap Umam yang pernah menjadi Ketua MDMC Jateng 2 periode lalu.

    Ketika didesak skema program pemulihan yang dimaksud, Umam mengaku pihaknya belum bisa menjawab saat ini karena butuh kajian lebih jauh. Namun demikian Umam bersedia memberikan gambaran sekilas skema program yang dimaksud.

    “Skema program pemulihan pasca bencana bidang pertanian ini sifatnya tidak boleh parsial tetapi harus sustainable berkelanjutan dan memiliki dampak positif bagi perkembangan Muhammadiyah di tingkat Cabang maupun Ranting”, jelasnya. 

    Di kesempatan yang sama Ir. Fatchur Rohman selaku Ketua MPM Jateng menyambut baik ajakan MDMC Jateng ini.

    “Selama ini untuk urusan pasca bencana kita tahunya dikelola oleh MDMC tetapi dengan mekanisme pengkajian pasca bencana yang dilakukan nantinya akan bisa melibatkan Majelis dan Lembaga lainnya. Kami menyambut baik rencana ini dan Insya Allah MPM akan berusaha semaksimal mungkin membantu warga terdampak pasca bencana," demikian imbuh Fatchur mengakhiri pembicaraan.(*)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top