• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Kamis, 23 Mei 2019

    Tanpa Peran Masyarakat, Status Kawasan Geopark Bisa Dicabut

    fotosaefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Upaya pengembangan kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong terus digencarkan. Namun, upaya pengembagan ini tak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Butuh peran aktif berbagai elemen untuk turut mengembangkan kawasan geopark. Tanpa peran serta masyarakat, bukan tidak mungkin penetapan kawasan Geopark bakal dicabut.

    Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Karangsambung, Chusni Ansori, mengakui, belum seluruh warga masyarakat mengetahui apalagi memahami apa itu kawasan Geopark.

    Malah, seharusnya pengembangan kawasan geopark itu harus dimulai dari masyarakat. "Karena Geopark itu bersifat bottom up. Pemerintah berharap justru masyarakatlah yang harus banyak bergerak dan mencari tahu tentang fungsi ditetapkannya kawasan geopark yang mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat itu sendiri," katanya.

    Tanpa peran aktif masyarakat, Chusni mengingatkan, status Geopark bisa dicabut. "Jadi kalau alam tidak terjaga dan masyarakat disekitarnya tidak sejahtera maka status  Geopark bisa dicabut.  Sekarang bagaimana agar masyarakat paham, ya memang harus ada edukasi melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat," katanya.

    Chusni lantas menjabarkan fungsi kawasan Geopark yang memiliki beberapa fungsi. Diantaranya konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan beberapa fungsi tersebut, masyarakat diharapkan akan mendapat manfaat ekonomi melalui pengembangan wisata berkelanjutan dengan tetap menjaga konservasi kawasan sekitarnya. "Kalau konservasi terjaga tapi masyrakat ekonominya tidak berkembang juga gak benar, untuk itu edukasi menjadi penting dilakukan," ujarnya.


    Selain tiga fungsi tersebut, masyarakat juga diharapkan ikut bergerak, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan (edukasi) sehingga dapat mengembangkan potensi lokal yang ada disekitar Geosite melalui kegiatan wisata serta ekonomi kreatif lainnya sebagai suatu geoproduk. Kemudian ikut menjaga lingkungan, salah satunya dengan membentuk kelompok - kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang bekerja bekejasama dengan BUMDES dan OPD terkait untuk mengembangkan potensi desa dalam kawasan Geopark.
    "Masyarakat harus bisa memetakan potensi lokal baik dari segi keragaman geologi, hayati maupun budaya, jika belum bisa memetakan potensi mintalah bantuan pada OPD terkait atau manfaatkan mahasiswa yang melakukan KKN," kata Chusni.

    Tak hanya itu Chusni menambahkan untuk menjaga status Geopark dibutuhkan kerja bersama (gotong royong), dari semua OPD terkait, komponen masyarakat, media, pengusaha maupun masyarakat secara keseluruhan. "Bandara NYIA akan segera beroperasi dan itu bandara internasional. Dari Kebumen hanya 40 menit. Sekaragn kita mau bergerak dan memanfaatkan, atau kita akan lagi menjadi penonton saja?" kata Chusni. (fur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top