• Berita Terkini

    Sunday, November 19, 2017

    Fatayat Buluspesantren Gelar Aksi Peduli Lingkungan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Bumi yang saat ini bukan hanya merupakan warisan dari nenek moyang, melainkan juga titipan bagi generasi berikutnya. Karena merupakan titipan maka generasi saat harus menjaga kelestariannya agar nantinya anak cucu dapat menikmati dengan baik.

    Hal ini ditegaskan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Buluspesantren Qurrotul Aini SPdI. Di bawah pimpinannya kini PAC Buluspesantren berhasil menginspirasi dan menggiatkan kaum perempuan untuk berkesadaran kolektif serta memandang dan memaknai alam semesta dengan bijaksana.

    Aini menegaskan semua manusia mempunyai kewajiban yang sama dalam melestarikan alam. Semua yang ada berasal dari bumi dan akan kembali kepada bumi. Generasi saat ini sebenarnya sedang meminjam ruang hidup pada generasi selanjutnya. Dengan demikian pihaknya menekankan agar generasi saat ini jangan merusak bumi. “Jangan sampai generasi saat merusak bumi dan hanya mewariskan sesuatu yang telah rusak,” paparnya.

    Menurutnya, kehebatan seorang hamba di hadapan Allah tidak akan berarti jika kepedulian terhadap sesama manusia dan alam masih rendah. Bahkan shodaqoh yang paling efektif adalah dengan menanam pohon. “Setiap manusia dan binatang membutuhkan oksigen dan lapisan ozon diharapkan bisa kembali normal,” terangnya.

    Saat ini Fatayat bekerja sama dengan Ponpes Asmaul Husna Rantewringin yang di asuh oleh KH Muhamad Mubakir dan Hubbul Wathon Institute yang berjejaring dengan Balai Pengelola Hutan wilayah VII membagikan 10.000 bibit Albasia secara gratis kepada para santri. Selain santri yang di beri bantuan anggota Fatayat, Ansor, Muslimat, Alumni Ponpes dan masyarakat luas.

    “Sebagai bekal pemenuhan nutrisi warga untuk masa mendatang Fatayat juga membagikan lebih dari 1000 bibit buah-buahan yakni berupa kelengkeng, sirsak, alpukat dan durian dengan obyek penerima manfaat yang sama,”paparnya.

    Saat ini, lanjutnya, Keluarga Besar NU Buluspesantren memiliki impian adanya Desa Ekowisata yang berbasis tanaman produktif. Semoga hutan bambu petung bisa mewarnai jalur selatan agar tampak rindang. “Kami berharap setiap pengunjung yang datang ke desa akan disambut dengan kebun buah. Semoga para pihak bisa menjemput ide mulia ini,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top