• Berita Terkini

    Tuesday, November 15, 2016

    Gelar Perkara Penistaan Agama, Ahok Pilih Terima Pengaduan

    JAKARTA - Hari kedua pembukaan posko pengaduan oleh Calon Gubernur DKI Nomor Urut 2 Basuki T. Purnama (Ahok) tampak ramai. Warga berbondong-bondong mendatangi Rumah Lembang atau Balai Rakyat yang memang lokasinya di dekat taman Situ Lembang, Menteng, Jakarta Pusat tersebut.



    Setiap warga yang datang ke posko itu langsung mengisi daftar hadir sambil menunjukkan KTP. Sebab dengan menukarkan KTP, setiap warga akan mendapatkan Pin bergambar Ahok-Djarot.



    Usai mengisi daftar, warga langsung berjalan menuju ruang terbuka yang ada di belakang gedung. Ruang terbuka itu memang sengaja disulap mejadi tempat berdiskusi Ahok dengan warga.



    Sekitar pukul 09.05, Ahok baru tiba di Rumah lembang. Jadwal tersebut molor dari yang dijanjikannya sebelumnya, yakni akan menerima pengaduan mulai pukul 08.00-10.00 setiap Senin-Jumat. Keterlambatan Ahok dikarenakan harus melayat Guru Besar Psikologi UI Sarlito Wirawan Sarwono.



    Warga di sana langsung berteriak-teriak menyambut kedatangannya. Pasalnya, banyak dari antara mereka yang sudah hadir di sana sejak pukul 05.00. ''Semangat ya pak, huhuhuuhu,'' teriak kumpulan warga tersebut.



    Usai Ahok naik ke panggung, warga langsung berebut menyampaikan keluhannya. Ada yang mengeluh soal anaknya yang menang Pon namun belum dapat bonus dan ada yang mengeluhkan AC di ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA)  belum ada. Mendengar itu, Ahok hanya meminta warga untuk sabar menunggu anggaran turun. Lain halnya dengan pengaduan yang disampaikan oleh anak muda yang mengaku dari Karang Taruna dan Guru PAUD yang meminta diberikan honor. Menurut Ahok, Karang Taruna maupun guru PAUD harusnya bekerja tanpa memperhitungkan dana yang akan didapatkannya.



    ''Karang Taruna ini selalu menganggap nggak ada anggaran. UUD, ujung-ujungnya duit. Saya dari dulu tegaskan, kalau relawan minta uang saya bilang pergi aja lu,'' katanya. Menurutnya, pengorbanan yang dilakukan anak muda itu tidak boleh memperhitungkan dana yang harus didapatkan. ''Sebetulnya gampang, mau minta apa. Bersihkan got, kita PPSU kurang kok,'' ujarnya kepada perwakilan Karang Taruna itu. Hal yang hampir sama dikatakan Ahok saat menjawab pertanyaan guru PAUD. ''Tidak semua permintaan PAUD bisa kami penuhi. Kalau semua minta honor stress saya bu. Saya harus pisahkan mana relawan, mana cari duit,'' ujarnya yang dibalas anggukan tanpa kata-kata oleh sang ibu. Belum lagi, lanjut Ahok, banyak PAUD yang melanggar peruntukan. Banyak lahan hijau yang dibangunkan PAUD.



    Selain itu, ada  juga seorang instruktur senam di Monas yang mengeluh kepadanya. Instruktur senam itu mengaku sudah menemui Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono pada Senin (14/11) lalu. Sayangnya, dia tidak mendapatkan jawaban yang puas. Sebab, Sumarsono meminta waktu untuk mengevaluasi laporannya. ''Saya berjuang di Monas tanpa uang. Komunitas Senam Ria Monas kita dibentuk untuk bantu sehatkan masyarakat, masa saya diminta distribusi Rp 1,5 juta. Tahun lalu kita lapor, bapak langsung gratiskan kok,'' ujar perempuan itu mengingatkan Ahok.



    Ahok lantas menanyakan senam itu gratis atau tidak. Lantaran ada pungutan sukarela, mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan kalau pemprov tidak bisa mengratiskannya. Sebab, dia bisa dituntut memperkaya orang lain. ''Saweran kan pungut uang, kami nggak bisa gratiskan,'' jawabnya dengan tegas.



    Terkait kedatangannya ke Balai Rakyat bukan ke acara Gelar Perkara Penistaan Agama di mabes Polri, Ahok berkelit. Menurutnya, kegiatan itu tidak menunututnya untuk wajib hadir. ''Nggak ada debat. Itu hanya memaparkan berita acara,'' jelasnya. Makanya, dia memutuskan untuk menerima pengaduan warga. Selanjutnya seperti apa, Ahok memasrahkan keputusan kepada aparat kepolisian. ''Kita sampaikan profesional kepada polisi, kita taat hukum saja,'' katanya. Sekedar diketahui, Ahok dilaporkan ke Bareskrim karena diduga melakukan penistaan agama saat melakukan kunjungan di Kepulauan Seribu pada September lalu.(rya)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top