• Berita Terkini

    Thursday, April 14, 2016

    Anak Didik PB Talenta Juara O2SN

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Setelah melalui pertarungan yang cukup sengit, Sulton Nada Qoumi  dari SMP Negeri 5 Kebumen, akhirnya mampu mengalahkan Yuda Sanjaya dari SMP Maarif 1 Kebumen dalam babak final petarungan bulutangkis, di GOR Klirong, Rabu (13/4/2016).

    Sulton pun berhasil menjadi juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat pelajar SMP se Kabupaten Kebumen. Kedua atlit berbakat tersebut (Sulton dan Yuda) merupakan putra/anak didik Sekolah Bulutangkis Talenta Klirong.

    Ketua O2SN Pasimum mengatakan, pertanding final kejuaraan dilaksanakan selama satu hari dan diikuti oleh 15 putra dan lima putri. Menurutnya adanya kegiatan O2SN, dapat menjadi wahana bagi para siswa untuk mengimplementasikan minat dan bakatnya. “Ini juga merupakan ajang aktualisasi diri bagi siswa dalam rangka meningkatkan kesehatan jasmani dan daya kreativitas,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Paimum pun memandang jika Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perlu memrogramkan kegiatan O2SN secara berjenjang. Mulai dari sekolah hingga tingkat nasional.

    Pelatih sekolah bulutangkis Talenta Klirong Parmadi menyampaikan, pihaknya sangat bangga dengan tampilnya dua anak asuhnya yakni Sulton dan Yuda.  Hal yang sama sekali tidak disangka adalah saat Sulton dapat mengalahkan pesaingnya. Padahal selama latihan biasanya Yuda selalu lebih unggul dari Sulton. “Dengan tampilnya Sulton dan Yuda dalam O2SN, diharapkan akan dapat memacu prestasi bagi siswa Talenta lainnya,” katanya, disela-sela mendampingi ofisial.

    Sementara itu pendiri dan pembina sekolah Batminton Talenta Dr Imam Satibi SAg MPdI  menyampaikan, PB Talenta didirikan dalam rangka mendorong prestasi bulutangkis Kabupaten Kebumen. Saat ini terdapat 80 peserta di sekolah Batminton Talenta yang aktif berlatih. Para siswa mendapat pelatihan dari instruktur berbakat dan berprestasi serta masih muda yang berpendidikan profesional S1 Penjaskes. “Dengan biaya yang terjangkau dalam pelatihan, diharapkan dapat menghilangkan kesan jika bulutangkis adalah olah raga mahal. Melainkan bulutangkis adalah olahraga merakyat dan menyehatkan,” paparnya.

    Selain itu menurut Imam Satibi, dengan mengikuti kegiatan bulutangkis maka akan memberikan kesibukan pada anak, sehingga mereka tidak larut dalam kegiatan negatif. “Bukan hanya olahraga semata, siswa Talenta juga diberi penguatan keagamaan dalam berbagai kegiatan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top