• Berita Terkini

    Selasa, 29 Desember 2015

    Geger Terompet dari Kertas Sampul Alquran, MUI Desak Polisi Usut Tuntas

    KARANGANYAR – Tahun ini penjual terompet sedang diuji. Selain omzet kurang menggembirakan, ditemukan pula terompet terbuat dari kertas bertuliskan huruf arab yang diduga kertas sampul buku Iqro.

    Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo terompet berbahan dasar sampul buku Iqro ditemukan polisi di perajin rumahan kawasan Kecamatan Jaten dan telah didistribusikan di wilayah Karanganyar, Sragen, serta Boyolali.

    Sejumlah pedagang terompet mengaku mendapatkan pasokan dari seseorang berinisial WY. Polisi bersama anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kemudian mendatangi perajin terompet bersangkutan untuk meminta keterangan dan menyita sebanyak sepuluh terompet.

    Sementara itu kemarin (28/12), anggota Polsek Karanganyar menggelar razia ke sejumlah minimarket. Kapolsek Karanganyar AKP Suardi mengungkapkan, penyisiran dilakukan di tiga minimarket di Kecamatan Karanganyar. Pertama di kawasan Bejen, disusul Tegal Gede lalu minimarket di Cangakan.

    ”Di tiga minimarket itu tidak ditemukan terompet yang terbuat dari (kertas, Red) Al Quran. Pengelola minimarket mungkin sudah menarik terompet dan disimpan di gudang, kemungkinan setelah mendengar informasi itu (beredarnya terompet yang diduga menggunakan kertas Alquran),” beber Suardi.

    MUI Karanganyar sangat menyesalkan adanya terompet yang diduga dibuat dari kertas Alquran. ”Alquran tidak untuk dibuat mainan seperti itu. Kami meminta polisi mencari tahu sebenar-benarnya dan mencari motifnya,” jelas Wakil Ketua MUI Karanganyar Badaruddin.

    Ditambahkan dia, kejadian tersebut merugikan umat Islam. Namun, Badaruddin menilai hal tersebut belum masuk ranah penistaan agama. ”Jadi perlu diwaspadai masyarakat agar kejadian semacam itu tidak terjadi lagi,” tegas ketua FKUB Karanganyar tersebut.

    Di Kendal, pemilik CV AA selaku produsen terompet menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya umat muslim. Menurutnya, kejadian tersebut murni karena kurangnya pengawasan di bagian produksi sehingga menggunakan bahan kertas yang tidak semestinya.

    PT Alfamart Distribution Center Semarang membenarkan pihaknya sempat menyalurkan terompet berbahan dasar sampul Alquran di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
    Corporate Communication PT Alfamart Kota Semarang, Eko Mujianto, menyatakan semua terompet itu sudah ditarik dari peredaran. "Kita segera menarik terompet itu tadi malam semuanya di Kendal dan sekitarnya," kata Eko saat dikonfirmasi, Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/12).

    Namun, Alfamart enggan disalahkan. Eko menegaskan Alfamart hanya menerima jadi dan tidak tahu terompet itu berbahan dasar sampul Alquran. "Itu murni dari kesalahan suplier sendiri bukan dari Alfamart. kita cuma terima jadi kemudian kita jual. enggak tahu juga di dalamnya ada semacam tulisan itu," ujar Eko.

    Eko mengaku Alfamart saat menerima terompet itu tidak sempat memeriksa kemasannya. "Kami enggak sempat membongkar terompetnya. Kami terima yang penting bunyi dan kemasannya bagus. Baru kali ini terjadi seri itu," tegas Eko.

    Sebelumnya, jelang perayaan Tahun Baru 2016, ditemukan ratusan terompet terbuat dari sampul Alquran di mini market Alfamart di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dari informasi yang diterima Okezone, temuan ini bermula pada Minggu 27 Desember 2015 pukul 16.00 WIB dari laporan Kyai Kresno Abrory, seorang Tokoh NU dari Kebondalem, Kota Kendal. (adi/edy/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top