• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Minggu, 16 Juni 2019

    Turnamen Voli Putri Canthuk Cup Digelar

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Turnamen voli putri Canthuk Cup di Desa Waluyorejo Kecamatan Puring  kali pertama dilaksanakan. Ini berlangsung dengan meriah dan semarak.  Meski finalnya dilaksanakan hingga dini hari, namun dihadiri oleh ribuan penonton, Minggu (16/6/2019).

      Dalam turnamen tersebut tampil klub voli Baja 78 Bantul Yogyakarta, SMK Tamtama Karanganyar, Pervores Magelang. Vopick Gombong, PVK Menganti Karangduwur Ayah, Cinta Vaname Surorejan, Patriot Purworejo dan tuan rumah Waluyorejo.

    Lewat pertandingan yang sengit, Cinta Vaname dari Desa Surorejan berhasil meraih juara pertama. Disusul juara dua Baja 78 Bantul dan juara tiga bersama dari Magelang dan Walyuyorejo. Masing-masing juara mendapatkan piala dan uang pembinaan.

    Ide gagasan pelaksanaan turnamen, berawal dari salah satu tokoh masyarakat setempat yakni Tukijan. Gayung bersambut, banyak warga dan pemuda yang mendukung idenya. Alhasil turnamen pun dilaksanakan. Peserta tidak hanya dari lokal Kebumen, melainkan dari Yogyakarta, Purworejo hingga Magelang. "Ide adanya turnamen tersebut dari saya. Hingga kemudian didukung oleh banyak pihak," tuturnya yang juga menjabat sebagai sebagai Ketua PGRI Kebumen itu.

    Ketua Karang Taruna Desa Waluyorejo Solehudin menyampaikan penyelenggaraan turnamen memang pada awalnya diinisiasi oleh Tukijan. Kemudian hal tersebut direspons oleh para pemuda. Penyelenggaraannya pun dimulai dari nol karena memang tidak ada lapangan. Untuk itu warga secara bergotong-royong akhirnya membangun lapangan. "Alhamdulillah, dengan semangat  warga mampu membangun lapangan. Jadilah lapangan yang representatif dan layak digunakan untuk penyelenggaraan turnamen voli tingkat nasional," jelas Solehudin.

    Lampu yang digunakan untuk pertandingan voli pun berstandar  stadion. Turnamen di lapangan yang dinamai Canthuk  itu menjadi motivasi tersendiri untuk menggelar event sama yang lebih meriah.

    Kegiatan tersebut juga bisa digunakan untuk penggalian dana Karang Taruna. Mengingat, dari pendapatan parkir kendaraan sehari saja mencapai Rp 6 juta. "Ke depan diharapkan menjadi agenda rutin. Sehingga akan menjadi kegiatan yang positif untuk desa dan masyarakat," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top