BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Selasa, 21 Mei 2019

    Mengharukan, Orang Tua Sakit Keras, Pasangan ini Menikah di RS

    foto istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebuah pernikahan harus digelar di ruang perawatan sebuah rumah sakit (RS). Ini terjadi lantaran ayah dari mempelai perempuan tengah sakit keras dan kondisinya terus menurun.

    Cerita mengharukan di bulan Ramadhan tersebut datang dari pasangan Mei Susanti (30)-Ali Maruf (30). Kondisi  Suparno (64), ayah Mei Susanti, yang tengah sakit dan kondisinya terus menurun, memaksa demikian.  Selain harus dilakukan di rumah sakit, prosesi pernikahan inipun dipercepat dari rencana semula, yang direncanakan habis lebaran.

    Mei Susanti sendiri merupakan warga Kedungpuji Kecamatan Gombong, Kebumen. Sementara, mempelai pria, Ali Maruf, warga Desa Sokaraja kulon Banyumas.  Akad nikah keduanya berlangsung di Ruang Rawat Inap Salma RS PKU Muhammadiyah Gombong, Senin (20/5/2019). Tak banyak yang hadir pada saat itu. Dari keluarga Ali Maruf, hanya orang tua beserta satu kerabat yang datang.

    Selebihnya, dari keluarga mempelai perempuan serta dari pihak rumah sakit. Tampak kemarin, Direktur SDI, Keu dan Umum RS PKU Muhammadiyah Gombong, Muslimah SE MM. Meski begitu, akad nikah yang dipimpin  Mufid dari KUA Gombong, itu berjalan lancar kendati suasana begitu mengharukan. Tampak juga, rekan kerabat mempelai perempuan.

    Rasa sedih jelas dirasakan Mei Susanti. Tak terbayangkan, hari yang seharusnya menjadi saat paling membahagiakan itu harus terjadi di rumah sakit. Apalagi, selama ini ia hanya tinggal bersama Sang Ayah, Suparno. Sementara, ibu kandungnya, Murtini sudah meninggal dunia. Permintaan menikah di rumah sakit, diakui Mei Susanti, datang dari pihak keluarganya.

    "Harusnya pernikahan digelar habis lebaran. Tapi karena kondisi Bapak, rencana dipercepat menjadi hari ini," kata perempuan yang sehari-hari bekerja di  Hany Bakery Gombong itu.

    Mei Susanti menceritakan, ia sudah menjalin kasih dengan sang suami 2 tahun terakhir. Hingga kemudian, pada 22 November 2018, Ali Maruf yang berprofesi sebagai karyawan proyek di Jakarta itu melamarnya. "Saat itu bapak masih sehat dan masih pulang pergi Jakarta-Gombong," katanya.


    Usai menikah, Mei dan Ali Maruf berencana tinggal dan menetap di Gombong. "Saya harus tetap tegar sambil merawat bapak yang sedang sakit di rumah sakit," ujarnya.

    Ali Makruf sendiri mengaku iklas menerima keadaan itu. "Saya akan berusaha mensuport istri beserta keluarganya juga akan membantu merawat bapak mertua," katanya.

    Romlah, kerabat dari pengantin pria mengatakan, mereka tidak banyak yang bisa menghadiri pernikahan Ali Makruf. Hanya kedua orang tua pengantin beserta dirinya saja yang bisa datang. "Acara pernikahan begitu mendadak ini sehingga kami belum sempat memberitahukan kepada keluarga kami yang lain. Namun saya mengharap tidak mengurangi inti acara nikah anak saya ini," ujarnya.


    Haryo, pemilik Bonita Bakery beserta istri dan segenap karyawannya mengaku sangat terharu dengan peristiwa kemarin. "Kami hadir untuk mensuport mental calon pengantin agar tabah, sabar dan selalu optimis pernikahan mereka Samawa," ujarnya.(cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top