• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Kamis, 13 Desember 2018

    Dua Putra Kebumen Bertemu di Aceh karena Tugas

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenkspres.com)- Pertemuan di perantauan, bagi mereka yang berasal dari satu daerah sudah pasti mengasyikan, meski sebelumnya tidak saling mengenal. Kesempatan tersebut bisa digunakan untuk berbagi cerita tentang perkembangan daerah, mengobati kerinduan akan kampung halaman yang sudah lama ditinggalkan.

    Begitulah yang terjadi, saat dua putra Kebumen yang sama-sama bertugas di tanah rencong, bertemu di Banda Aceh, Selasa (11/12/2018). Buang Turasno ATD yang berasal dari Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, sejak 21 Juli 2017 menjabat sebagai Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah I Provinsi Aceh yang berkedudukan di Banda Aceh.

    Sementara Letkol Arm Wagino SE, yang berasal dari Kecamatan Bonorowo, sejak 9 Agustus 2018 bertugas menjadi Dandim 0102/Pidie yang berkedudukan di  Lampeudeu Baroh, Pidie, Kabupaten Pidie, sekitar 162 km dari Banda Aceh.

    Kiprah putra Kebumen di perantauan mungkin memang jarang diketahui, kecuali di lingkungan keluarga sendiri. Tak jarang orang lebih banyak mengenal Kebumen sebagai daerah asal para asisten penatalaksanaan rumah tangga (lebih populer dengan pembantu rumah tangga). Akibatnya orang kadang minder mengakui Kebumen sebagai daerah asalnya. Kenyataannya banyak putra Kebumen yang berprestasi di daerah lain.

    Seperti Buang Turasno yang menjadi Kepala BPTD Wilayah 1 Provinsi Aceh saat pertama kali dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 154 Tahun 2016. “Aceh merupakan 1 dari 25 provinsi di Indonesia yang diberikan kewenangan dalam pengelolaan transportasi darat,” jelasnya, Selasa (11/12).

    Hal ini menjadikan tugas yang lumayan berat bagi institusi yang dipimpinnya. Yakni memberikan kenyamanan dan pelayanan optimal kepada masyarakat pengguna jalan.
    Sebagai instansi di bawah Kementerian Perhubungan yang bertugas mengelola terminal tipe A, jembatan timbang dan pelabuhan penyeberangan, BPTD Aceh mengelola empat terminal tipe A, yakni Meulaboh, Banda Aceh, Lhokseumawe dan Kota Langsa. Selain itu, ada delapan pelabuhan penyeberangan dan dua jembatan timbang.

    Demikian juga dengan Letkol Wagino, menjadi Dandim 0102/Pidie merupakan tugas yang tak bisa dianggap ringan. Di masa lalu Pidie termasuk wilayah pusaran konflik Aceh. Perlu kerja keras untuk menjaga perdamaian pasca MoU Helsinki, 15 Agustus 2005.

    Pertemuan dua putra Kebumen yang sama-sama bertugas di provinsi paling barat Indonesia ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Kebumen. Bahwa putra Kebumen disegani di daerah lain asal bisa unjuk kinerja. Karena itu kepada para generasi muda Kebumen, Buang mengingatkan untuk terus semangat belajar.

    "Baik di tempat formal (sekolah, pesantren, kampus dan diklat-diklat) maupun belajar di kehidupan nyata. Jangan lupa mensyukuri apapun yang kita dapatkan," pesannya.

    Buang juga mengajak orang Kebumen, khususnya yang merantau, agar tidak perlu malu menunjukkan identitasnya sebagai warga Kebumen. "Berjauhan kita tetap kompak, bertemu kita ngapak," ucap Buang, mengakhiri pembicaraan.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top