HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Selasa, 12 Juni 2018

    Sopir Bus Jalani Tes Urine

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Saat bekerja, kesehatan para sopir harus benar-benar prima, selain itu mereka juga harus terbebas dari penggunaan narkoba saat bekerja. Untuk memastikan hal itu Dinas Kesehatan dan Terminal Bus Kebumen menggelar tes urine terhadap sopir bus angkutan mudik. Pemeriksaan yang memastikan kondisi kesehatan para sopir itu dilaksanakan di terminal bus Kebumen, Senin (11/6/2018).


    Pemeriksaan tersebut rencananya dilaksanakan selama dua hari yakni hingga Selasa (12/6). Pemeriksaan akan menyasar sebanyak 200 sopir bus yang melintas di Terminal Kebumen. Bukan hanya persoalan kesehatan saja, pada moment tersebut juga dilaksanakan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi kendaraan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Rini Kristiani melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Kusbiyantoro mengemukaan, bukan hanya tes urine saja, melainkan juga tekanan darah, gula darah dan kandungan amphetamine. Dengan menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut maka dapat dipastikan kelayakan sopir saat mengendarai kendaraan. “Ini sangat penting sebagai upaya peningkatan keselamatan awak bus dan penumpangnya,” tuturnya.

    Dijelaskannya, usai menjalani pemeriksaan maka setiap sopir akan mendapatkan surat rekomendasi yang ditandatangani oleh petugas medis dan Kepala Terminal Kebumen. Surat tersebut sebagai bukti bahwa sopir terkait telah menjalani tes kesehatan dan dipastikan kesehatannya. "Hasil pemeriksaan tidak ditemukan yang berbahaya, hanya tensi dan gula darah karena riwayat penyakit. Tetapi ketika minum obat maka dapat melanjutkan perjalanan," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Terminal Kebumen Muhlisin mengatakan, kegiatan pengecekan tersebut memang rutin setiap arus mudik dan balik. Pihaknya juga menegaskan akan menerapkan sanksi tegas bagi sopir yang kedapatan terpengaruh narkotika ataupun kendaraan yang melanggar. Adapun sanksi yang diberkan berupa tidak dipernankan melanjutkan perjalanan dan mengganti dengan sopir yang lain. "Ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diharapkan saat arus mudik," terasnya.

    Pihaknya menambahkan, keselamatan menjadi faktor utama baik keselamatan sopir maupun penumpang. Untuk itu semua hal yang berkaitan dengan upaya keselamatan harus diprioritaskan. Dalam hal ini yakni kondisi awak bus dan bus itu sendiri. Untuk kelaikan bus, sebelumnya telah dilaksanakan ramcek yang memastikan kondisi kendaraan. “Jika semua usaha tersebut telah dilaksanakan diharapkan tidak ada lagi kecelakaan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top