HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Rabu, 30 Mei 2018

    Nuansa Ramadhan Juga Terlihat di Rutan

    imam/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Suasana Bulan Suci Ramadhan juga begitu terasa di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) Kebumen. Nuansa penuh keagamaan, begitu terasa pada malam-malam penuh berkah di Bulan Suci Ramadhan ini. Lantunan ayat-ayat suci Al Quran terdengar merdu memenuhi seluruh isi penjara.

    Ya, pada Ramadhan ini kondisi Rutan dikemas sedemikian rupa, sehingga semua Warga Binaan yang Muslim dapat khusu dalam menjalankan ibadah puasa dan juga ibadah lainnya. Para warga binaan melaksanakan Sahur, buka bersama, tarawih hingga tausiyah serta tadarus Al Quran. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid At Taubah yang berada di Komplek Rutan Kebumen. Pada kesempatan kali ini, Minggu (27/5/2018) Imam sholat tarawih diambilkan dari penyulus Kemenag Kebumen  Kiai Fachrudin.

    Pada tausiyahnya Kyai Facrudin menyampaikan kisah tentang Nabi Yusuf AS yang dulu juga pernah dipenjara. Kala itu Nabi Yusuf AS lebih memilih dipenjara dari menikmati dosa. Selain itu, dalam menjalani masa hukuman para warga binaan diharapkan mampu untuk merenuhi apa yang telah terjadi. Dengan demikian pada saat keluar nanti, akan menjadi sosok yang baik, dan tidak akan mengulagi perbuatan tersebut kembali. "Bulan Ramadhan adalah bulan pendidikan. Warga binaan diharapkan dapat bertaubat dan selaku berpegang teguh kepada ajaran agama," tuturnya.

    Kepala Rutan Kebumen Soetopo  Barutu Amd IP SSos MS  menyampaikan, setiap Ramadhan Rutan selalu menerapkan aturan agar warga binaan muslim menjalankan ibadah puasa. Selain untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan selama Bulan Ramadhan, kegiatan tersebut juga masuk dalam penilaian Rutan. Penilaian penting, untuk para warga binaan bisa mendapatkan grasi hari raya  Idul Fitri. “Nuanasa keagamaan selain baik untuk warga binaan, juga meningkatkan kondusifitas rutan. Para warga binaan tidak mudah stres sehingga rutan menjadi kondusif,” paparnya.

    Salah satu warga binaan Budi (57) menyampaikan pada umumnya, banyak instansi atau pribadi yang memberikan makan untuk berbuka puasa kepada panti asuhan atau lainnya. Padahal kondisi penjara sebenarnya juga membutuhkan. Namun penjara jangan terlintas dalam benak dan pikiran para donatur. “Meski selalu dijatah makan, namun makanan sangat berharga dipanjara. Jika ada yang membantu makanan untuk buka puasa, maka warga binaan sangat senang. Disini mungkin terdapat lebih dari 60 persen warga yang tidak pernah dibesuk,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top