• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Sabtu, 19 Mei 2018

    Mudik Lebaran, Diskon Tarif Tol 10 Persen

    JAKARTA – Pemerintah bakal memberikan kemudahan pada pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Kini, tengah dimatangkan rencana diskon tarif tol sebesar 10 persen. Besaran itu sedang dibahas Kementerian PUPR dengan asosiasi pengelola jalan tol.


    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, mayoritas Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah sepakat dengan besaran diskon 10 persen. Kini tinggal dimatangkan momen pemberlakuannya saja. ”H-2 sampai H+2, tergantung mereka (BUJT, Red) sendiri, nanti tinggal saya buat SK,” katanya kemarin (18/5/2018).


    Basuki menambahkan, pemberlakukan diskon akan diterapkan di semua ruas tol. Baik tol di wilayah Jabodetabek sampai tol non Trans-Jawa. 


    Pemberlakuan diskon itu juga akan seragam antar BUJT. Baik besaran dan jadwal. Basuki memperkirakan, Senin atau Selasa pekan depan, detail pelaksanaan diskon selesai dibahas untuk diterbitkan SK. “SK itu kan kaitannya dengan pertanggunjawaban income BUJT,” katanya.


    Dirjen Bina Marga PUPR Arie Setiadi Moerwanto menambahkan, BUJT telah bertemu dan sepakat secara sukarela (voluntary) memberikan diskon. Namun, karena sifatnya voluntary, maka masih banyak hal yang harus ditindaklanjuti dalam pelaksanaannya.


    Selain itu, antar BUJT masih belum sepakat tentang waktu pemberlakukan diskon. “Ada yang prefer di peak days (puncak arus mudik), ada yang mau lebih panjang lagi. Sampai seminggu,” jelas Arie. 


    Meski demikian, Arie mengatakan bahwa pihaknya perlu mempertimbangkan jika terlalu banyak diskon, ada kemungkinan tol akan macet.


    Ketua Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan bahwa diskon adalah inovasi para pelaku BUJT untuk memberi pelayanan mudik dan membantu memecah konsentrasi kendaraan pada rus mudik. “Selain itu, juga untuk promosi agar lebih banyak yang pakai jalan tol,” jelas Herry.


    Pada pertemuan sebelumnya, Herry menerangkan asosiasi masih meminta tambahan waktu. Minggu depan, Herry menargetkan sudah tercapai kesepakatan terkait besaran maupun pelaksanaannya. Namun, ia menginginkan agar ada satu angka seragam dalam besaran diskon.


    Selain itu, Herry juga mengatakan bahwa berkurangnya income BUJT tidak terlalu dipermasalahkan. “Kita mikirnya lebih melayani pemudik bisa nyaman dan kembali ke rumah dengan selamat,” jelas Herry. (tau/ang)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top