• Berita Terkini

    Wednesday, December 13, 2017

    KA Cepat Jakarta-Surabaya Habiskan Rp 51 Triliun

    JAKARTA – Jalur kereta cepat Surabaya-Jakarta hampir pasti menggunakan rel jenis Narrow Gauge berukuran 1.067 milimeter. Pada tahap awal akan dibangun terlebih jalur Jakarta-Semarang di jalur eksisting. Biaya yang diperlukan sekitar Rp 51 triliun.


    Sore kemarin (13/12), Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii. Selain itu tiga menteri juga ikut menemani. Yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumaahn Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. Pertemuan tertutup di kantor Wakil Presiden itu berlangsung hampir dua jam.


    Menhub Budi Karya Sumadi menuturkan alternatif yang dipilih adalah tetap menggunakan narrow gauge yang dilakukan secara bertahap terlebih dahulu. Pada tahap awal akan dibangun Jakarta-Semarang. Jadi jalur utara kelak akan punya tiga jalur. Yakni double track yang telah ada ditambah satu jalur baru dengan rel narrow gauge.

    ”Pada saat selesai Jakarta-Semarang, kereta itu sudah bisa sampai Solo, Surabaya,” ujar dia kemarin (13/12). Dia menuturkan Wapres JK menggariskan proyek kereta cepat itu tetap bisa dibawah enam jam. Tapi dengan harga lebih murah dengan estimasi biaya Rp 51 triliun.


    Meskipun begitu, pemerintah baru akan melaksanakan ground breaking pada 2019. Dalam setahun menuju rencana ground breaking itu berbagai persiapan teknis akan dimatangkan temasuk pendanaan.


    Bambang Brodjonegoro menuturkan skema pinjaman lunak dengan bunga murah. Tenor pengembalian diperkirakan sampai 40 tahun. ”Masih harus nego financingnya, apakah PPP atau TOD untuk mengurangi beban pinjaman,” ujar Bambang.


    Selain itu, pemerintah juga sedang merampungkan studi kelayakan proyek kereta cepat itu. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Budi Karya Sumadi  menuturkan ditargekan pada April tahun depan. ”Tinggal setahun kan, April nantikan selesai FS (feasibility studi), langsung desain, langsung urusan,” ungkap dia. (jun)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top