• Berita Terkini

    Wednesday, November 29, 2017

    Desain Tugu Lawet Kembali Disorot, Kali ini Soal Warna

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Setelah sebelumnya Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kebumen mengkritik, desain Tugu Lawet kembali mendapatkan sorotan dari masyarakat. Selain tidak tidak sesuai dengan estetika, warna stainless  pada pagar tralis juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

    Hartono (60) warga Jalan  Kaswari Kebumen kepada Ekspres menyampaikan dalam setiap kali melaksanakan pembangunan seyogyanya mempertimbangkan keselamatan dan estetika. Estetika sangat penting mengingat Tugu Lawet merupakan icon Kabupaten Kebumen.

    Selain itu ikon Tugu Lawet juga berada di ruang publik yang juga bertujuan untuk mempercantik kota. “Warna stainless sangat tidak cocok berada di luar. Secara estetika jelas tidak sesuai,”tuturnya, Rabu (29/11/2017).

    Menurutnya, saat siang hari maka pagar yang membentuk bunga dengan bahan stainless tersebut akan memantulkan sinar matahari. Secara estetika Tugu Lawet akan terlihat menyilaukan. “Coba amati pagar-pagar yang berada di tepi jalan umumnya menggunakan warga dop (tidak memantulkan cahaya),” jelasnya.

    Hartono mengemukakan, warga stainless akan memantulkan cahaya yang dapat menyilaukan mata bagi pengguna jalan. Cahaya sinar matahari ataupun yang berasal dari lampu kendaraan akan memantul dan mengganggu pengendara kendaraan. “Untuk itu sebaiknya menggunakan warga dop,” paparnya.

    Lebih lanjut Hartono menyampaikan, pahar Tugu Lawet yang berbentuk bunga, sebaiknya juga jangan terlalu tinggi dan tidak menjorok melebihi pondasi. Dengan pagar yang tidak terlalu tinggi, maka tampilan Tugu Lawet akan lebih menawan. Sedangkan pagar yang tidak menjorok baik keselamatan pengendara jalan.

     “Untuk mempercantik tampilan, bagian bawah tugu sebaiknya diberi tanaman-tanaman berbunga. Hal itu akan menimbulkan kesan asri, ramah lingkungan dan indah dipandang mata,” ungkapnya.

    Sebelumnya Ketua GOW Kebumen Dede Siswoyo juga menilai bahwa hasil dari revitalisasi Tugu Walet tidak ramah anak. Selain itu Tugu Walet juga dinilai berpotensi besar menjadi penyebab kecelakaan. Bentuk tralis pagar Tugu Lawet yang membentuk kelopak bunga tersebut runcing sehingga berbahaya dan tidak ramah terhadap anak. “Padahal Kebumen merupakan kabupaten layak anak untuk itu seyogyanya setiap pembangunan yang dilaksanakan juga mempertimbangkan keramahan pada anak-anak,” terangnya

    Dede menambahkan desain lebar kelopak bunga yang paling bawah juga melebihi pondasi bundaran. Hal itu dapat berbahaya bagi pengguna jalan jika pengendara kendaraan berjalan terlalu mepet dengan bundaran tugu. “Dengan desain seperti itu maka sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan kendaraan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top