• Berita Terkini

    Thursday, October 26, 2017

    Jarah Perhiasan, Perampok di Sragen Umbar Tembakan

    AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN 
    SRAGEN – Seorang diri, Winoto tak berkutik ketika toko emas Enthung Mas yang dijaganya diobrak-abrik kawanan bandit, Kamis (26/10). Kaca etalase tempat menyimpan perhiasan hancur tertembus peluru. Beberapa bagian tembok pun ikut berlubang.

    Perampokan yang menyasar toko emas di jalan Jambangan – Grompol, Dukuh Jambangan RT 28 Desa Celep, Kecamatan Kedawung itu dilakukan enam orang. Tak satu pun warga berani mendekat.

    Dalam sekejap, aktivitas masyarakat di perbatasan Sragen-Karanganyar berubah mencekam. Menyusul kedatangan enam kawanan bandit yang langsung mengepung dan merangsek ke dalam toko emas Enthung Mas sekitar pukul 12.15.

    Mereka berboncengan mengendarai sepeda motor    Yamaha Vixion warna merah, satu motor matic, dan Suzuki Satria. Dua pelaku berjaga di luar toko. Mereka menenteng senjata.

    Untuk menakuti warga sekitar, pelaku melepaskan satu tembakan ke udara. Bagi yang berusaha mendekati lokasi kejadian, langsung diacungi senjata api. Akhirnya warga memilih bersembunyi.

    Di saat bersamaan, empat orang pelaku lainnya masuk ke dalam toko emas. Lagi-lagi mereka mengobral tembakan. Kaca etalase tempat menyimpan perhiasan yang tahan benturan tak kuat menahan terjangan peluru tajam. Gelang dan kalung emas dikuras.

    Aksi brutal rampok tersebut terlihat jelas oleh Joko Tetuko, 42, satpam PD. BPR Bank Daerah Karanganyar. Kantornya persi di seberang jalan depan toko emas. ”Saya tidak tahu ada berapa senjata api. Tapi selongsongnya tadi ada. Yang bawa (pistol, Red) saya lihat ada satu,” ujarnya. 

    Warga, lanjut Joko, tidak berani melawan lantaran perampok menggunakan senjata api. ”Saya lihat dari sini (kantor PD. BPR Bank Daerah Karanganyar, Red). Ada suara tembakan. Rampok mengacungkan senjatanya waktu saya melihatnya. Orangnya pakai helm,” terangnya.

    Ketika beraksi, pelaku cukup profesional. Mereka membagi tugas sebagai pengawas dan eksekutor. Setelah terdengar suara letusan senjata api lebih dari satu kali, empat rampok keluar dari toko emas dengan membawa tas. Sedikitnya sepuluh kotak perhiasan dijarah. Mereka kemudian kabur menuju jalur Jambangan – Plang Salam. ”Saya lihat ada beberapa perhiasan seperti gelang tercecer dari tas itu,” tutur Joko.

    Saksi mata lainnya, Firmasnyah, 27, menerangkan, ketika rampok beraksi, dirinya sedang melayani pembeli es cincau. Dia sempat beradu pandangan dengan bandit di luar toko emas. Merasa diawasi, pelaku yang mengenakan helm tersebut menodongkan senjata ke arah Firmansyah.

    “Yang beli (es cincau, Red) saya suruh lari. Saya sembunyi di belakang gerobak,” terang warga Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut. Firmansyah juga menyaksikan para bandit menodongkan pistol ke segala arah.

    Sebelum kejadian, Firmansyah tidak melihat hal mencurigakan. Aktivitas warga tetap ramai karena toko emas Enthung Mas berada di jalan raya perbatasan Sragen dan Karanganyar. (din/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top