• Berita Terkini

    Wednesday, September 13, 2017

    Cerita Keluarga Otak Pembunuh Pasutri Purbalingga

    PURBALINGGA- Salah satu terduga pelaku pembunuhan sadis pasutri asal Jakarta, Ahmad Zulkifli (34), akhirnya tertangkap polisi di wilayah Kabupaten Grobogan. Dia tewas dan dua lainnya dihadiahi timah panas Tim Resmob Polda Metro Jaya, Selasa (12/9) malam. Jasad pelaku yang lahir di Desa Dagan RT 3 RW 5 Kecamatan Bobotsari itu masih di RS Bhayangkara, Semarang.

    Kakak kandung pelaku, Nurul Fitriani (36) mengaku hanya mengetahui adiknya meninggal dari siaran televisi. Keluarga merasa shock dan tidak mengira jika Zul melakukan tindakan nekat seperti itu.

    “Kami sudah ikhlas dan  menerima kondisi ini. Warga juga siap menerima jika jenasah dimakamkan di Desa Dagan,” tuturnya.

    Ketika pulang terakhir ramadan tahun ini, Zul tidak curhat  soal ada masalah dengan tempat kerja atau bosnya. Hanya kalau curhat ketika soal ekonomi dan keluarga saja. “Pulang kemarin juga nampak biasa dan tidak ada raut sedang ada masalah,” tambahnya.

    Keluarga hanya mengetahui sudah belasan tahun Zul bekerja di Jakarta di keluarga itu. Hanya saja, ketika pulang rutin tahunan, tidak ada cerita soal pekerjaan dan lainnya. Kalau memiliki istri di Semarang keluarga juga tahu.

    "Jika keluarga tahu juga hanya sebatas sebagai karyawan almarhum dan sudah sangat dipercaya. Kami masih schock mengetahui adik meninggal," ujarnya.

    Kepala Dusun 5, Sukman mengatakan, pihaknya belum menerima informasi resmi soal kepastian serah terima jenasah. Termasuk akan di makamkan di sini atau di keluarga istrinya di Semarang. “Kami tahu Zul ada masalah tidak kerja lagi dengan bosnya juga dari media dan informasi lainnya,” tuturnya.

    Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan membenarkan jika kasus penemuan mayat pasutri di Sungai Klawing, Bobotsari, sudah terungkap dan pelaku sudah tertangkap. "Benar dua pelaku sudah ditangkap dan satu meninggal ditembak karena melawan saat ditangkap," katanya, Rabu (13/9).

    Karena lokasi perampokan dan pembunuhan itu berada di Jakarta, maka Polres Purbalingga hanya menangani saat pengamanan TKP, mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi di lokasi penemuan mayat. Adapun kasus itu sudah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat.

    "Selasa kemarin kasusnya sudah diambil alih langsung oleh Unit Resmob Polres Jakarta Pusat. Kalau nanti memang ada reka ulang, kami pasti dikabari untuk pengamanan," terangnya.

    Seperti diberitakan, perampokan dengan pembunuhan terjadi di rumah Husni Zakarsih (58) dan Zakiyah Husni (53) warga Jalan Pengairan Nomor 21 RT 11 RW 6 Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Jakarta Pusat, Minggu (10/9) malam.

    Sejumlah barang berharga seperti emas, uang, sertifikat tanah dan brankas hilang dibawa perampok. Sedangkan pemilik rumah, Husni dan Zakiyah tewas dan mayatnya ditemukan warga di Sungai Klawing tepatnya di bawah jembatan Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Senin (11/9). Mayat keduanya dalam kondisi terbungkus sprei dan terikat. Keduanya diduga kuat merupakan korban pembunuhan. (amr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top