• Berita Terkini

    Tuesday, July 18, 2017

    Warga Kutowinangun Sepakat Tolak Radikalisme

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap perluasan paham radikalisme di Indonesia, khususnya di Kecamatan Kutowinangun, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Kutowinangun dan warga bertekad mencegah masuknya paham radikalisme di wilayahnya.

    Kegiatan yang dilaksanakan, Senin (17/7/2017)  di Kecamatan Kutowinangun itu, juga dihadiri oleh Para Kepala Desa, Jajaran Koramil 09/Kutowinangun, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Dinas terkait. Dalam kesempatan juga dilaksanakan ikrar bersama menolak paham radikalisme dan serta menjaga tegaknya Pancasila dan Kebhinekaan.

    Kapolsek Kutowinangun AKP Rudjito SH pun mensosialisasikan  tentang bahayanya paham radikalisme dan anti Pancasila kepada masyarakat. Pihaknya mengatakan, paham radikalisme dan anti Pancasila sangat berbahaya untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila sebagai dasar negara Indonesia telah mutlak, final dan tidak dapat diperdebatkan lagi. “Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia. Untuk itu semua warga Negara Indonesia wajib mematuhi dan menjaganya dari pihak-pihak yang hendak merongrong,” tuturnya.

    Dijelaskannya, Negara Indonesia didirikan diatas keberagaman suku bangsa. Bangsa ini didirikan secara bersama, dengan keinginan untuk dapat hidup bersama. Keberagaman atau kebhinekaan yang ada harus menjadi kekuatan bukan justru malah menjadi titik lemah. “Banyaknya perbedaan menjadikan Indonesia semakin kuat, namun jika tidak disadari bersama, justru hal ini dapat menjadi titik lemah,” tegasnya.

    Untuk itu, lanjutnya, menjaga kesatuan dan persatuan di tengah mulai maraknya penyebaran paham radikalisme sangat penting untuk terus digalakkan. Fakta telah membuktikan bahwa paham radikalisme dan terorisme cenderung kerap membuat kerugian dan kesengsaraan bagi bangsa dan negara. Paham radikalisme kerap kali bertindak anarkis, disertai dengan aksi yang membuat resah warga negara. “Telah banyak kasus yang membuat warga merasa cemas, takut bahkan malu akibat ulah para teroris,” paparnya.

    AKP Rudjito menambahkan, untuk memerangi itu semua tentunya Polri tidak dapat berjalan sendiri. Bantuan dan informasi dari masyarakat mutlak diperlukan. Dengan demikian maka upaya menangkal terorisme dapat terlaksana dengan baik. “Marilah bersama-sama menyelamatkan bangsa dan para generasinya dari paham radikalisme,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top