• Berita Terkini

    Wednesday, March 29, 2017

    Rutan Kebumen Over Kapasitas, Napi Kasus Asusila Mendominasi

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Rumah tahanan (rutan) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kebumen, kini telah Over Kapasitas sekitar 46 persen. Pasalnya daya tampung atau kapasitas Rutan Kebumen hanya 113 orang, namun saat ini jumlah penghuni rutan mencapai 165 orang.

    Fakta itu menunjukkan tingginya angka kriminalitas di Kota Beriman. “Tingginya angka tersebut menunjukkan tingginya angka kriminal di Kebumen. Hal itu tentunya menjadi keprihatinan kita semua,” kata Kepala Rutan Kebumen (Karutan) Soetopo Berutu Amd IP SSos MS, saat beraudiensi dengan Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE, baru-baru ini. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kasub pengelolaan Kateno dan pegawai rutan Bambang Barnuali.


    Soetopo lantas merinci jumlah narapidana yang menjadi warga binaan Rutan Kebumen berikut kasusnya. Terpidana kasus asusila menduduki peringkat pertama. Adapun secara spesifik jumlah penghuni rutan berdasarkan pada kasus meliputi, asusila 55 orang, pencurian 34 orang, perjudian 27 orang, narkoba 12 orang dan sisanya merupakan adalah kasus lain.

    Tingginya angka kriminal tersebut, kata Soetopo, menunjukan bahwa ada sesuatu yang salah dan terjadi di masyarakat. Dilaporkannya hal itu kepada Bupati Kebumen dengan harapan agar pemerintah dapat menciptakan Kebumen lebih kondusif. Pasalnya tidak menutup kemungkinan angka kasus akan semakin bertambah.


    Untuk itu, Karutan berharap agar Bupati Kebumen berserta jajarannya bisa konsen untuk melakukan sosialisasi dan himbauan agar masyarakat peduli dengan keluarga dan anak-anaknya. Perkokoh pemahaman keimanan dapat dimulai dari keluarga. Selain itu, orang tua juga harus senantiasa melakukan pengawasan terhadap perilaku dan pergaulan anaknya, baik itu diluar maupun di sekolah. “Peran serta pemerintah dalam mengendalikan perilaku moral sangat penting. Hal ini jelas sejalan dengan slogan Kebumen yakni Beriman,” terangnya.

    Pada kesempatan tersebut Karutan juga menyampaikan bahwa warga binaan sangat senang sekali mengikuti bimbingan rohani. Kendati demikian daya tampung Mushola yang ada tidak mencukupi. Selain itu kondisi mushola juga sangat memprihatinkan. Banyak atap yang bocor dan tidak nyaman saat musim hujan. “Masjid tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan sejak pertama kali dibangun tahun 1989,” paparnya.

    Sementara itu Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad Se menyampaikan turut prihatin dan berjanji akan menindaklanjuti beberapa hal terkait dengan hasil audiensi. Bupati akan segera membenahi dan mengajak segenap jajaran alim ulama dan tokoh masyarakat serta masyarakat umum untuk lebih aktif melakukan sosialisasi.

    Selain itu Bupati Kebumen juga memberikan apresiasi terkait dengan adanya program pembibitan pohon yang dilaksanakan di dalam rutan Kebumen. Program tersebut, selain bermanfat untuk sesama, juga menjadi kegiatan yang menyenangkan para warga binaan. “Saat ini di rutan terdapat 13 ribu bibit albasiah dan tanaman lainnya, yang nantinya akan diberikan kepada Bupati Kebumen,” ucap Karutan Soetopo Berutu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top