• Berita Terkini

    Thursday, March 2, 2017

    Bocah 11 Tahun di Wonosobo Tewas Disambar Petir

    ILUSTRASI
    WONOSOBO- Botok Yahudi (11)  warga Dusun  Mendek Desa Pulosaren Kecamatan Kepil meregang nyawa akibat tersambar petir pada Rabu (1/3) siang. Dahsyatnya sambaran petir tersebut bahkan sempat membuat korban terpental sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

    Peristiwa tragis itu bermula saat korban bersama kakak dan ibunya bekerja di ladang, lantaran turun hujan deras, ketiganya kemudian berteduh di bawah gubug, tidak selang lama tiba-tiba muncul petir dan menyambar hingga semuanya terpental. Dua orang yaitu kakak dan ibu korban mengalami luka ringan sementara korban Botok Yahudi langsung meninggal dunia.

    Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan, melalui Kapolsek Kepil AKP Surakhman membenarkan bahwa seorang anak berumur 11 tahun asal Dusun Mendek Pulosaren meninggal dunia karena tersambar petir. Korban tidak sempat mendapatkan pertolongan karena langsung meninggal di tempat

    “Sekitar pukul 13.00 Wib, hujan turun dengan lebat. Ketiganya kemudian berteduh di gubug yang ada di ladang tersebut, kemudian petir menyambar korban hingga akhirnya meninggal dunia,” katanya.

    Menurut keterangan yang diperoleh dari  ibu korban yang selamat, kejadian itu berlangsung cepat, belum lama mereka berteduh, tiba-tiba terdengar suara petir menyambar. Ketiganya lalu terpental dari gubug. Korban langsung meninggal ditempat sementara ibu dan kakaknya hanya mengalami luka bakar.

    “Petugas Polmas kami yang mendapatkan laporan langsung mendatangi TKP bersama Bidan Desa. Korban kemudian langsung dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

    Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan adanya luka yang berarti. Hanya ada luka lecet pada jari kaki kanan. Dimungkinkan korban terkena sambaran langsung sehingga langsung meninggal. Setelah diperiksa, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, ibu dan kakak korban yang mengalami luka bakar hanya rawat jalan.

    Seusai menyerahkan korban, Kapolsek Kepil menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bekerja di ladang. “Cuaca sekarang sangat tidak menentu. Terlebih saat kondisi hujan, tentunya sangat membahayakan. Baik itu bahaya hujan yang bisa berakibat longsor, maupun sambaran petir seperti ini. Jadi, jika situasi tidak memungkinkan, lebih baik tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” katanya. (gus)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top