• Berita Terkini

    Monday, May 30, 2016

    MEA Tuntut Guru Matematika Profesional

    andi/ekspres
    PURWOREJO- Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), menuntut para guru matematika harus mampu memahami dan menyesuaikan diri dengan standar yang berlaku dalam persaingan MEA. Guru matematika yang profesional dan berkualifikasi di tingkat Asia Tenggara, akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

    Hal itu diungkapkan Pakar Pendidikan Matematika UNY, Ds Sugiman MSi saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional yang digelar Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) di ruang seminar UMP.

    Seminar bertajuk “Internalisasi Nilai-Nilai Berfikir Matematis dalam Perannya di Era MEA” dibuka Rektor UMP Drs Supriyono MPd, diikuti ratusan peserta dari kalangan guru, dosen, dan mahasiswa dari berbagai kota besar se-Indonesia.

    Menurut Sugiman, ada empat dimensi bagi guru matematika professional yang ditetapkan dalam Southeast Asia Regional Standards for Mathematics Teachers (SEARS-MT), yakni pengetahuan professional, pengajaran professional, kelengkapan personal dan professional, serta komunitas professional.

    "Untuk menjadi guru matematika yang mumpuni di wilayah Asia Tenggara, SEARS-MT menggariskan kemampuan yang diisyaratkan bagi guru. Beberapa diantaranya adalah guru harus mampu memperkaya kemampuan berpikir matematis siswa melalui pengajuan wacana dan mengkomunikasikan proses berpikir melalui berbagai macam representasi dan penalaran," ungkapnya.

    Dosen Matematika UMP selaku Ketua Panitia Seminar Nasional, Drs Budiyono MSi, menjelaskan, selain Dr Sugiman MSi, pihaknya juga menghadirkan pemakalah utama dari UGM yakni Prof Dr Sri Wahyuni MSi dan Guru Besar Matematika dari Afrika Selatan, Prof Halina France-Jakson..

    "Selain pemakalah utama, ada sekitar 100 pemakalah pendamping yang terseleksi. Mereka merupakan praktisi pendidikan dan dosen dari 31 institusi yang berbeda," jelasnya.

    Seminar nasional, lanjutnya, bakal menjadi agenda rutin tahunan  program studi Pendidikan Matematika UMP. Hal itu menjawab tantangan Matematika di era MEA yang semakin kompleks. Terlebih, Matematika memegang peranan penting dalam berbagai bidang kehidupan.

    "Tema dan narasumber seminar kami sesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. Forum seperti ini sekaligus menjadi ajang tukar menukar informasi atau hasil penelitian bagi para mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti di Indonesia," ungkapnya. (ndi)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top