• Berita Terkini

    Sabtu, 02 Januari 2016

    Misteri "Menguapnya Suara" PDIP pada Pilkada Kebumen 2015

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Calon Bupati PDIP-Hanura, Bambang Widodo sudah sangat jelas dan tegas membantah menjual suara pendukungnya pada Pilkada Kebumen 2015 lalu. Bantahan BW itu kemudian menimbulkan pertanyaan baru, "misteri menguapnya suara" sekitar 13,47 % yang membuat PDI P "kalah telak" pada Pilkada Kebumen 2015 lalu.

    Sebagai partai politik (parpol) pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, PDI Perjuangan kembali gagal menjadi pemenang di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kebumen 2015. Mengusung pasangan calon (paslon) Bambang Widodo-Sunarto (BW-Narto), PDIP yang berkoalisi dengan Hanura hanya meraih 6,53 persen suara.

    Padahal pada Pileg lalu- berdasar data KPU Kebumen- PDIP menjadi parpol pemenang Pileg di Kebumen dengan perolehan suara 18 %. Ditambah dengan perolehan suara Hanura yang memiliki suara  2%, mereka sudah memiliki modal 20 % pada awal pencalonan BW-Narto.

    Faktanya, BW Narto hanya meraup dukungan suara 6,53 persen atau ada "suara menguap" sebesar 13,47 %.  Apa yang terjadi?

    Pertanyaan itu tentu sulit dijawab. Apalagi dengan angka golput (tidak memberikan suara) pada Pilbup Kebumen 2015 yang mencapai 35, 06 persen . Yakni dari 1.077.910 jumlah pemilih, hanya 700.014 orang  berpartisipasi memilih calon pemimpin Kabupaten Kebumen atau hanya sekitar 64,94 persen.

    Yang menarik, selisih suara signifikan antara perolehan suara parpol pada Pileg dan Pilkada 2015 tak hanya terjadi pada kubu PDIP Hanura. Kondisi serupa juga terjadi pada kubu PKS, NasDem, dan Golkar yang mengusung pasangan Khayub M Lutfi-Akhmad Bakhrun (Khayub-Bakhrun).

    Bedanya, bila di kubu PDIP-Hanura (BW-Narto) mengalami penurunan drastis, kubu PKS, NasDem, dan Golkar (Khayub Bakhrun) justru mengalami peningkatan  signifikan.

    Bila mengacu pada perolehan suara ketiga parpol pengusung pada Pileg,  pasangan Khayub Bakhrun "hanya" memiliki modal  sebanyak 26 persen suara. masing-masing PKS 6%, NasDem (10%) Golkar (10%)

     Namun pada Pilkada 2015, Khayub Bakhrun meraup 42,33 persen atau ada peningkatan sebesar 16,33 %!

    Sementara pasangan Fuad-Yazid, yang diusung Partai PAN, Gerindra, PKB, Demokrat dan kemudian dinyatakan memenangi Pilkada Kebumen 2015 relatif tidak banyak berubah.


    Dengan modal suara sebesar 46 % bersumber koalisi PAN, Gerindra, PKB, Demokrat, pasangan Fuad Yazid meraih dukungan 51,14 % atau ada peningkatan sebesar 5,14 %.

    Namun yang harus dicatat, selain PAN, Gerindra, PKB, Demokrat pasangan Fuad-Yazid juga didukung oleh PPP yang memiliki suara 6%.  Meski, pihak Khayub-Bakhrun juga mengklaim mendapat dukungan PPP versi Djan Fairdz. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top