• Berita Terkini

    Minggu, 17 Mei 2015

    Kades Ayamputih Resmi Dicopot

    BULUSPESANTREN (KE) - Kepala Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren, Suyanto alias Gonder akhirnya resmi lengser dari jabatannya. Bupati Kebumen Buyar Winarso mencopot Suyanto dari jabatannya bersamaan dengan acara penyerahan surat keputusan Bupati Kebumen tentang pemberhentian kepala desa dan pengangkatan penjabat Kepala Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren yang dilakukan di Balai Desa setempat, Kamis (7/6/2015).

    Hadir pada acara tersebut Asisten 1 Sekda Mahfud Fauzi, Camat Buluspesantren Sunarno, Muspika Kecamatan Buluspesantren, serta masyarakat sekitar. Karena tidak hadir secara pribadi, surat Keputusan Bupati Kebumen Nomor: 141/314/Kep/314 tertanggal 7 Mei 2015 tentang pemberhentian Suyanto dari jabatannya sebagai Kades Ayamputih, diserahkan Asisten 1 Sekda kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Sukarto. Selanjutnya, Bupati Kebumen menunjuk Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Buluspesantren Slamet Saebani, menjadi Penjabat Kepala Desa Ayamputih.
    Pada kesempatan itu, Mahfud Fauzi menyampaikan, Suyanto diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Ayamputih, karena telah mengajukan surat pengunduran diri. Alasannya, karena tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai kepala desa dengan baik, tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun.
    Selain itu, kata Mahfud, adanya surat dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ayamputih perihal usulan pemberhentian Suyanto dari jabatannya sebagai Kepala Desa Ayamputih. "Maka pada kesempatan ini diserahkan SK Bupati tentang pemberhentian kepala desa dan pengangkatan Penjabat Kepala Desa Ayamputih," kata Mahfud Fauzi.
    Ia meminta Suyanto, kepala desa yang diberhentikan agar kembali ke masyarakat dengan mengikuti adat istiadat setempat, berbaur dan berinteraksi dengan penuh kekeluargaan, serta menjaga kerukunan hidup bertetangga.  
    Sebelumnya, pada akhir Maret lalu, rumah Suyanto digerudug oleh warganya sendiri. Dengan membawa sejumlah senjata sembari berteriak-teriak memburu Suyanto. Karena yang dicari tidak ada, warga melampiaskan kemarahannya dengan memblokir jalan masuk rumah kepala desa dengan balok kayu.
    Kemarahan warga itu merupakan puncak dari kekesalan warga atas ulah kades yang dinilai arogan. Terakhir, Jumat (27/3/2015) sore kades mengamuk dan merusak tiga sepeda motor milik warganya. Sepeda motor Suzuki Shogun milik Ramikin, Yamaha Vega milik Bawuk dan Yamaha Mio milik Wanoh rusak.Sejumlah warga mengakui bahwa kades yang populer disapa dengan nama Gonder itu sudah tidak disukai warganya karena sering berbuat onar. Selain sering mengancam dan mengintimidasi, tidak jarang kepala desa tersebut juga tak segan main tangan kepada warganya. “Kalau seandainya Suyatno mau bertanda tangan hitam diatas putih dengan membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan mengulanginya lagi kemungkinan masyarakat akan percaya,” tutur salah satu warga yang enggan menyebut nama. (ori/mam/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top