• Berita Terkini

    Minggu, 02 Juli 2023

    Kisah Dramatis Mbah Darmuji Selamat Saat Gempa 6,4 SK


    Nyaris Tertimbun Rumah Sendiri, Beruntung Berhasil Diselamatkan Warga




    Selepas Isya pada Jumat malam (31/6),  Sarmuji (77) dan istrinya Surami (65) sedang menikmati sepotong roti dan teh hangat. Tiba-tiba guncangan gempa besar terjadi. Sejurus kemudian, suara berderak terdengar yang belakangan diketahui berasal dari atap rumah miliknya yang ambruk. 


    ========================

    Ahmad Saifur Rohman , Kebumen

    ========================

    Berada di RT 01 RW 01 Desa Rantewringin Kecamatan Buluspesantren inilah Mbah Darmuji bersama istrinya tinggal. Kakek renta yang merupakan mantan perangkat desa setempat ini menjadi salah satu korban gempa bumi berkekuatan 6,4 SK berada di 81 KM DIY dengan kedalaman 25 KM.

    Saat kejadian, Mbah Darmuji bersama istrinya sedang berada di dalam kamar selepas menikmati teh dan makan roti. Ia kaget dengan guncangan besar, yang membuat atap dan isi rumahnya bergetar dan berbunyi, sebelum akhirnya rumah bagian depan dan ruang tamu ambruk. Beruntung mereka berdua berada di dalam kamar dan selamat meski sempat terjebak.

    "Saya habis makan roti dikamar, tiba-tiba ada Lindu, saya kaget ada suara benturan keras, ternyata rumah bagian depan saya ambruk, saya terjebak di kamar nggak bisa keluar, karena saya sudah sulit bergerak, istri saya yang teriak minta tolong," kata Darmuji menceritakan kejadian waktu gempa.

    Di usianya yang sudah senja dan sudah sulit bergerak,  mereka berdua hanya bisa pasrah terjebak di kamar dan di antara reruntuhan bangunan.


    Merasakan gempa dan mendengar suara benturan benda keras, Muhroni (54) anak nomor dua Darmuji sontak mendatangi rumah sang ayah yang tak jauh dari kediamannya. Ia mendapati rumah milik sang ayah dengan kondisi atap ambruk dan akses pintu tertutup reruntuhan bangunan.

    "Pas gempa itu saya sedang dirumah, ada guncangan hebat, lalu saya dengar seperti rumah ambruk ternyata benar itu rumah bapak saya," jelasnya.

    Melihat sang ayah dan ibu sambungnya terjebak reruntuhan bangunan, sontak ia meminta bantuan warga dan saudaranya untuk menyelamatkan keduanya. Evakuasi pasangan sepuh ini berjalan dramatis, akses pintu satu-satunya tertutup material bangunan. Sontak warga menjebol tembok sebelah jendela untuk menolong Darmuji dan Surami. Darmuji yang sudah sulit berjalan lantas dibopong melewati lubang tembok yang dijebol warga.

    "Saya sempat bingung mau menyelamatkan bapak, karena terhalang runtuhan, akhirnya tembok dijebol dibantu warga untuk mengevaluasi, alhamdulillah bapak dan ibu selamat tanpa luka sedikitpun," bebernya.

    Kondisi rumahnya yang sudah runtuh, saat ini Darmuji dan istrinya diungsikan di rumah sang anak. Pihak pemerintah dan berbagai instansi sudah mengirimkan bantuan, serta warga masyarakat melakukan kerja bakti untuk merapikan dan membangun rumah Darmuji.

    Diketahui, Darmuji merupakan mantan perangkat Desa Rantewringin yang menjabat sebagai Bayan. Ia pensiun menjadi pamong desa pada tahun 2009, selama bekerja di desa Darmuji dikenal baik, tegas dan amanah. Saat ini jabatan perangkat desa diturunkan kepada salah satu anaknya. (fur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top