• Berita Terkini

    Senin, 07 November 2022

    Cerita Mencekam di Balik Longsor di Pantai Menganti


    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bencana longsor menerjang Kecamatan Ayah,  Minggu (6/11/2022), akhir pekan kemarin. Saat itu tebing dengan tinggi sekitar 15 meter di area Objek Wisata Pantai Menganti Desa Karangduwur ambrol. 



    Akibatnya, sebanyak 10 warung milik warga yang berada di kaki bukit setempat serta 2 unit mobil milik wisatawan yang tengah terparkir di area titik longsor tersapu material longsor.


    Longsor juga mengakibatkan sejumlah warung hancur di kawasan obyek wisata Desa Karangduwur itu hancur. Rupanya, masih ada cerita tak kalah mencekam soal bencana ini. 


    Camat Ayah, Arif Rahmadi mengatakan longsor tidak hanya mengakibatkan warung-warung rusak. Ada juga cerita soal wisatawan yang terjebak dalam peristiwa itu. Saat kejadian, ujar dia, ada sekitar 30 mobil yang tidak bisa keluar setelah kejadian tanah longsor. Selain itu, ada 200 wisatawan sempat terisolir  di lokasi Camping Ground Tanjung Karang Bata Kompleks Wisata Pantai .


    Belum lagi, ada juga 3 mobil yang terdampak longsoran. Dua diantaranya milik pengunjung dan satu milik warga setempat. Yang mengerikan dari mobil itu, saat kejadian hendak melintas dan terhalang longsoran.


    "Ada yang melintas terus terkena longsoran, namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, saat ini masih ada 1 mobil yang terjebak di akses pintu keluar belum tertangani milik warga, mudah-mudahan besok sudah bisa dievakuasi," papar Arif Senin malam (8/11/2022).


    Camat yang dulu sempat lama bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu menyampaikan adanya wisatawan yang terjebak longsor ini menjadi skala prioritas penanganan. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan membersihkan material longsor yang menutup akses ke Menganti. Untuk keperluan ini, dikerahkan 3 alat berat milik DPUPR Kebumen dan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah


    Oleh karena itu, Arif mengaku sangat bersyukur hari ini penanganan bencana di Pantai Menganti menunjukkan kemajuan yang signifikan. "Saat ini akses sudah dapat dibuka, dan ada sekitar 30 mobil sudah bisa dievakuasi karena sempat terisolir, dan sekitar 200 pengunjung saat malam minggu kemarin bersiata di Bukit Tanjung Karangbata Pantai Menganti," kata Arif.(fur/cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top