• Berita Terkini

    Jumat, 30 September 2022

    Yuk Tengok Kemegahan 9 Fly Over Jateng yang Diinisiasi Ganjar

    SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memedulikan infrastuktur jalan yang melintasi seluruh wilayahnya. Terbaru, terealisasinya bangunan jalan layang atau fly over (FO) Ganefo, Mranggen, Kabupaten Demak. Rencananya, FO Ganefo akan beroperasi pada Oktober 2022. 

    Ganjar dalam unggahan video di akun Instagramnya @ganjar_pranowo menuliskan rasa syukurnya atas tuntasnya pengerjaan FO Ganefo. "Alhamdulillah setelah proses yang luar biasa Fly Over Ganefodi Mranggen Kabupaten Demak, tuntas kita kerjakan. Ini untuk panjenengan semua agar memperlancar arus lalu lintas di perlintasan kereta. Uji coba kita buka mulai hari ini. Semoga memberi manfaat semakin banyak," terang Ganjar dalam keterangan unggahannya.


    Pada masa kepemimpinannya, total sudah ada 9 fly over megah dan underpass yang dibangun. Terdapat satu yang masih dalah tahap pembangunan yakni, underpass dan Penataan Simpang Joglo Surakarta-Jalan Sumpah Pemuda Surakarta yang dibangun tahun ini. 


    Berikut adalah 9 fly over dan underpass megah yang sudah diinisiasi Ganjar: 


    1. Fly Over Ganefo Mranggen-Demak 

    Pemerintah Provinsi Jateng melakukan pembangunan FO Ganefo, Mranggen-Demak yang saat ini pengerjaanya sudah mencapai 100 persen. Mulai 28-30 September, ruas itu diuji coba dan akan beroperasional penuh pada awal Oktober 2022.


    Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jateng Hanung Triyono menjelaskan, Oktober nanti FO baru bisa dinikmati semua kendaraan. “Kita uji coba layak fungsi dalam tiga hari. Tidak ada kendala, lampu menyala, marka akan dipermanenkan. Oktober nanti bisa dinikmati semua kendaraan,” kata Hanung, di sela-sela uji coba, Rabu (28/9/2022).


    Dia menerangkan, proses pengerjaan FO Ganefo dimulai pada 8 Oktober 2020 dan rampung pada 22 September 2022. Selama uji coba, jembatan hanya boleh dilewati kendaraan kecil dengan tinggi maksimal 2,1 meter. Sedangkan kendaraan besar seperti truk dan bus, masih memakai jalan eksisting di bawah jembatan.


    FO Ganefo dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah, dengan sistem multi years di tahun 2020, 2021 dan 2022. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 109,03 miliar.


    2. Fly over Palur yang didirikan di jalur utama Solo-Sragen


    Fly over ini diresmikan Ganjar pada tahun 2016. Fly over Palur merupakan jalan layang di kawasan Soloraya dengan total panjang jembatan 624 meter (147 m jalan pendekat arah Surakarta, 330 m bentang utama struktur flyover, dan 147 m jalan pendekat arah Karanganyar). Pembangunan fly over ini menelan dana Rp 91.429.976.000,00, di mana tahun 2012 pelaksanaan bangunan bawah pekerjaan pondasi bore pile dengan dana Rp 8.799.999.000,00 kemudian dilanjutkan pekerjaan bangunan atas multiyears di tahun 2013-2015 dengan anggaran Rp 82.629.977.000,00.


    3. Fly over Dermoleng di Brebes


    Ganjar meresmikan proyek infrastruktur Fly Over Dermoleng, Kabupaten Brebes, pada Rabu 25 Oktober 2017. Paket pembangunan Fly Over Dermoleng, Kabupaten Brebes untuk penyedia konstruksi PT Adhi – CDI KSO masa pelaksanaan 180 hari dengan nilai kontrak Rp 64.299.093.100,00.


    4. Fly Over Klonengan, Kabupaten Tegal


    Paket pembangunan Fly Over Klonengan, Kabupaten Tegal, diketahui untuk penyedia konstruksi PT Hutama – Maratama KSO, masa pelaksanaan 180 hari sejak 29 Desember 2016. Dengan nilai kontrak Rp 112.417.000.000,00. Fly over ini juga diresmikan pada 2017.


    5. Fly Over Kesambi, Kabupaten Tegal


    Ganjar juga meresmikan Fly Over Kesambi, Kabupaten Tegal pada Rabu 25 Oktober 2017.  Paket pembangunan Fly Over Kesambi, Kabupaten Tegal, dengan penyedia konstruksi PT Abipraya – Eskapindo KSO, masa pelaksanaan 180 hari sejak 23 Desember 2016, dengan nilai kontrak Rp 58.716.900.000,00


    6. Fly Over Kretek, Kabupaten Brebes


    Paket Pembangunan Fly Over Kretek, Kabupaten Brebes, diketahui penyedia konstruksi PT Adhi – CDI KSO. Dengan masa pelaksanaan 180 hari sejak 23 Desember 2016, senilai kontrak Rp 82.987.679.500,00. Diresmikan Ganjar pada 2017.


    7. Underpass Jatingaleh Kota Semarang

    Pelebaran Jalan Teuku Umar-Jl Setiabudhi (Pembangunan Underpass Jatingaleh) Kota Semarang dilakukan sepanjang 1,300 kilometer. Pembangunan dilakukan melalui dana yang bersumber dari APBN TA 2015-2017 sebesar Rp 62.910.922.000,00. 


    Diresmikan awal tahun 2018, Ganjar mengatakan latar belakang dibangunnya underpass ini adalah adanya kemacetan arus lalu lintas yang jadi tradisi tiap tahun ketika arus mudik dan balik lebaran. Adanya pembangunan ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah itu. 


    8. Flyover Purwosari Surakarta

    Flyover ini beroperasi usai dilakukan peresmian oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Moeljono, dan Wali Kota Surakarta ketika itu FX Hadi Rudyatmo pada Sabtu 13 Febaruari 2021. Ganjar memberikan apresiasi atas diresmikannya flyover ini. 


    “Masyarakat Solo selamat, ya. Flyovernya bagus. Mudah-mudahan tidak macet lagi. Silakan dipakai. Menarik, itu di tengah-tengah flyover ada menara masjid persis di tengahnya. Cuantik. Selamat ya,” kata Ganjar.  



    9. Rencana Underpass dan Penataan Simpang Joglo Surakarta-Jalan Sumpah Pemuda Surakarta


    Data teknis DED tahun 2022, untuk panjang penanganan 410 meter, panjang jembatan 90,9 meter (underpass tertutup), jumlah lajur 4 lajur, jenis struktur dinding diafragma dan penutup balok beton bertulang, dan jenis pondasi dinding diafragma dan bore pile.


    "Penataan Simpang Joglo Surakarta, adalah upaya mengurangi/menghilangkan pertemuan sebidang dari persimpangan 7 ruas jalan dan jalur kereta api. "Sehinggga arus barang yang melintas di utara-timur Kota Surakarta tidak lagi menyebabkan kesemrawutan lalu lintas Kota Solo bagian utara," kata Hanung, Kamis (29/9/2022) malam.(rls/wil(


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top