• Berita Terkini

    Rabu, 20 Juli 2022

    Warga Surotrunan Rintis Budidaya Alpokat


    KEBUMEN(kebumenekspres.com)- Pemerintah Desa Surotrunan Kecamatan Alian melakukan penanaman perdana untuk kebun alpokat. Kebun tersebut berada  di tanah desa yang sudah puluhan tahun tidak produktif. Prosesi penanaman perdana itu dilakukan oleh Camat Alian H Kinanto SIP dan juga dilakukan oleh Kepala Desa Surotrunan H Edie Surahman.


    Pembukaan lahan untuk perkebunan alpokat tersebut, kurang lebih seluas 3.600 meter persegi. Ini merupakan implementasi dari program ketahanan pangan tahun anggaran 2022 dengan sistem padat Karya Tunai pemanfaatan lahan kosong milik desa. 


    “Alhamdulillah ini merupakan upaya dari pemdes untuk melaksanakan kegiatan Program Ketahanan Pangan. Selain itu Pemdes Surotrunan bisa memanfaatkan kembali lahan milik desa yang sudah lama tidak produktif,” jelas Kades Edie Surahman. 

    <
    p>

    Di lahan seluas 3.600 tersebut,  bisa ditanam 65 batang pohon alpokat. Ini  dengan jarak tanaman 4 meter kali 6 meter. Disela selanya akan ditanami sayur-mayur. Rencananya kebun alpokat tersebut akan tumpangsari dengan porang. Namun karena waktu tanam porang masih lumayan lama, maka dimanfaatkan untuk tanam cabai dan sayur mayur lainnya,” ungkap Ketua team Pelaksana Kegiatan Akif Fatwal Amin.


    Akif yang juga Praktisi Pembudidaya Porang di Kebumen menyampaikan pemanfaatan lahan secara maksimal tentunya akan menghasilkan income.  "Prinsipnya kita maksimalkan lahan tersebut semaksimal mungkin,”lanjutnya. 


    Buah alpokat adalah buah yang digemari oleh masyarakat dan juga mempunyai segmen pasar yang luas. Buah ini terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah, namun bila disuguhkan untuk kelas menengah ke atas pun luwes. “Seperti jus alpokat yang banyak dijual dipedagang kaki lima dengan  harga terjangkau dan dijual di cafe-cafe pun tetap luwes,” jelasnya. 


    Akif menegaskan, dasar itulah yang menjadi pertimbangan kenapa alpokat yang menjadi pilihan untuk ditanam di lokasi tersebut. Terkait varian alpokat yang dipilih adalah alpokat mentega yang sudah terbukti dan terkenal rasanya. 

    Pihaknya berharap dalam dua tiga tahun ke depan pohon alpokat tersebut sudah mulai berbuah. “Kita sengaja memang memilih bibit alpokat yang bisa sudah berbuah dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun dari penanaman. Semoga semua lancar seperti yang diharapkan,” ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top