• Berita Terkini

    Jumat, 25 Maret 2022

    Ke Agung Rai Museum of Art, Ganjar Kenang Kunjungan Obama Hingga WS. Rendra


    (kebumenekspres.com) BALI - Museum identik dengan tempat menyimpan dan memamerkan barang-barang masa lampau dan bersejarah. Jumlah museum di Indonesia pun cukup banyak. Hampir setiap daerah memiliki museum dengan keunikan masing-masing. Maka sudah pasti banyak juga ilmu pengetahuan yang bisa didapatkan dari museum-museum itu.


    Namun dari sekian banyak museum yang tersebar seantero negeri, tidak banyak yang memiliki konsep menarik dan membuat pengunjung merasa betah. Baik sekedar melihat maupun berlama-lama menikmati koleksi barang, belajar, dan bercengkerama.


    Di Ubud, Bali, ada satu museum yang menarik yaitu Agung Rai Museum of Art (ARMA). Daya tariknya bahkan mampu membawa para seniman, budayawan, dan pesohor negeri dan dunia untuk datang berkunjung. Seorang tokoh yang belakangan berkunjung ke Agung Rai Museum of Art adalah Ganjar Pranowo. Gubernur Jawa Tengah itu berkunjung usai mengikuti arahan Presiden Joko Widodo di Bali.


    "Ini ngobrol di museumnya Pak Agung Rai. Ternyata yang datang ke sini adalah orang-orang yang sangat penting. Para seniman, budayawan, menurut saya hebat. Ternyata Obama pernah ke sini, Pak Habibi pernah ke sini, Mas Willy Rendra pernah ke sini, dan Pak Omar Kayam. Jadi teman teman, teman saya Pak Taufik Razen juga pernah," ujar Ganjar Pranowo saat berada di Agung Rai Museum of Art, Ubud, Bali, Jumat (25/3/2022).


    Ganjar berkunjung ke Agung Rai Museum of Art dengan ditemani istri, Siti Atikoh. Mengenakan udeng di kepala dna baju warna putih, Ganjar terlihat sangat menikmati saat berkeliling tiap sudut museum. Berbagai koleksi karya seni rupa dan konsep dari museum itu membuat Ganjar terkesima.


    "Museumnya dikonsep bagus. Karena ini living museum jadi betul-betul hidup. Ada tempat menginapnya dan dia (Agung Rai) bercerita bagaimana lukisan-lukisan yang ada itu didapatkan dari banyak tempat. Lalu ada orang luar yang tinggal di sini, bahkan ada lukisan di sini yang ternyata ada di luar dan dibeli," tutur Ganjar.


    Selama berada di museum yang diresmikan pada 9 Juni 1996 itu, Ganjar juga sempat berdiskusi dengan startup anak-anak muda, mahasiswa, dan para seniman. Salah satu poin penting dari diskusi itu mengenai tantangan muséum pada masa sekarang. Ternyata dari peserta diskusi disampaikan bahwa permasalahan museum masih laten, yaitu museum itu tidak menarik.


    "Keluhannya sama, museum tidak menarik. Padahal (Agung Rai Museum of Art) ini menarik banget. Tampaknya memang butuh story telling lebih banyak, butuh kebijakan. Kita semua hadir di sini ini menurut saya sesuatu yang hebat," kata Ganjar menyampaikan poin diskusi bersama anak mudah dan seniman.


    Mengenai kebijakan, lanjut Ganjar, rasanya penting untuk ada kebijakan di Indonesia untuk mendorong wajib kunjungi museum. Tujuannya jelas agar anak-anak sekarang mengerti. Apalagi museum di Indonesia juga sangat banyak dengan berbagai keunikan dan kekhususan.


    "Karena itulah secara visual orang bisa melihat, secara guide akan bisa menjelaskan, dan anak-anak bisa mendapatkan sesuatu dengan learning proses yang asyik. Mereka melihat, tanya kenapa itu terjadi, dan sebagainya," jelas Ganjar.


    Agung Rai Museum of Art menurut Ganjar dapat menjadi contoh bagaimana mengelola museum dengan konsep yang menarik. Memadukan unsur alam dan seni, Agung Rai Museum of Art bukan hanya sebuah museum lagi melainkan pusat seni dan pertunjukan. Sebab, selain bisa melihat koleksi lukisan permanen juga dapat melihat pameran seni, dan berbagai pertunjukan seperti teater, tari, musik, dan melukis.


    "Bisa seperti museum di Ubud ini. Ada workshopnya, kalau mau melukis di sana ada, mau main gamelan di sini ada, mau diskusi bacaan bukunya juga banyak, maka menarik dan baru saya tahu Ubud itu kecamatan dan museumnya paling banyak. Jadi kalau anak-anak wisata ke Bali, kita mau study tour gitu, kayaknya mesti dipaksa untuk kunjung museum, sehingga nanti akan mendapatkan sesuatu ketika datang ke sini. Keren banget," kata Ganjar.(rls/wul) 


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top