• Berita Terkini

    Kamis, 15 Juli 2021

    Videocall Jadi Obat Rindu Bagi Para Pejuang Isoman di Kebumen


    KEBUMEN(kebumenekspres.com)- Menjalani masa isolasi mandiri, bukanlah hal yang mudah. Kangen dengan keluarga atau orang yang dicinta sudah pasti dirasakannya. Namun harus bagaimana lagi, sebab jika pertemuan dengan keluarga justru akan membahayakannya.


    Itulah yang dirasakan oleh para Isoman. Beruntung kini teknolgi mampu menjembatani. Videocall menjadi salah satu alternatif untuk mengobati rasa rindu. Bukan hanya kabar melalui tulisan atau suara, dengan videocall dalam melihat kondisi secara nyata. Para warga isoman terpusat memanfaatkan tekhnologi daring untuk berkomunikasi dengan keluarga dan lainnya. 


    Seperti halnya yang dilakukan oleh warga isolasi Terpusat di Desa Tambakrejo Buluspesantren. Mereka media tersebut, untuk terus berhubungan bersama dengan keluarga maupun rekan kerja. Jadi meskipun mejauh akibat terpapar Covid-19, dengan tekhnologi bisa saling berdekatan.  Seperti pepatah “jauh  dimata namun dekat di hati”

    Salah seorang warga isolasi Imam Nurdiansyah (27), mengaku sudah seminggu berada di tempat isolasi terpusat di desanya. Rasa kangen dan rindu keluarga pun meliputi harinya. Namun demi keamanan bersama, pertemuan fisik tidak mungkin dilakukan. “Dengan videocall dapat sedikit terobati. Yang penting semua sehat, keluarga yang dirumah sehat biar saya disini dulu sementara waktu. Toh kalo sudah negatif juga akan pulang," katanya, Kamis (15/7/2021). 


    Hal yang sama juga diungkapkan oleh Eko prasetyo.  Dirinya mengaku sebenarnya sudah harus berangkat kerja ke luar kota seminggu lalu. Akan tetapi karena hasil PCR menunjukkan hasil Positif Covid-19, membuatnya harus dikarantina sementara waktu. 


    Berada ditempat yang sama dalam waktu yang lama tentu sangat menjenuhkan. Untuk menyelesaikan pekerjaan dirinya mengaku selalu berkoordinasi dengan rekan kerja melalui videocall. “Untuk menyelesaikan pekerjaan, saat ini hanya bisa dengan videocall sesama rekan kerja. Alhmdulillah semua bisa lancar,” katanya. 


    Untuk mengusir kejenuhan selama berada di Isolasi terpusat desa setempat, para warga isolasi banyak melakukan kegiatan positif. Seperti halnya, mencabuti rumput yang berada di halaman bersamaan dengan berjemur.  Terkadang mereka juga melakukan olahraga bersama agar kesehatan bisa kembali pulih. Dan hal ini, tentunya bisa meningkatkan imun tubuh para warga isolasi. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top