• Berita Terkini

    Jumat, 02 April 2021

    GTKHNK35+ Kebumen Berharap Perlakuan Sama Seperti Bidan dan Nakes


    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Tak kenal lelah apalagi menyerah. Ungkapan itu tampaknya relevan untuk mengapresiasi perjuangan GTT/PTT. Terlebih bagi GTT/PTT yang usianya lebih dari 35 tahun. Mereka tampaknya tidak berkesempatan mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya aturan membatasi usia maksimal 35 tahun.



    Namun di luar guru ada hal yang beda. Yakni bagi bidan dan tenaga kesehatan (Nakes). Terdapat perpanjangan usia pendaftaran bagi mereka, hingga usia 40 tahun. Ini mengacu pada Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 25 tahun 2018 tentang Jabatan Dokter, Dokter Gigi dan Bidan sebagai Jabatan Tertentu dengan Batas Usia Pelamar Paling Tinggi 40 Tahun.


    Kepres tersebut ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia pada 19 September 2018 silam. Sama-sama berjuang untuk negera, GTT/PTT pun ingin diperlakukan sama. Nakes berjuang untuk kesehatan, sementara guru mencerdaskan anak bangsa.


    “Bukankan untuk menjadi dokter, bidan atau tenaga kesehatan juga membutuhkan jasa guru?. Lantas kenapa kami diperlakukan beda. Kami berharap GTT/PTT juga diperlakukan sama, yakni dapat mendaftar CPNS diusia 40 tahun,” tutur Ika Prasmawan, Kamis (1/4/2021).


    Ika Prasmawan adalah Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Katergori (GTKNH35+) Kabupaten Kebumen. Organisasi ini merupakan wadah bagi GTT/PTT yang usianya lebih dari 35 tahun. “Kemarin kami baru melaksanakan audiensi dengan Dinas Pendidikan Kebumen,” katanya.


    Saat audiensi, Pengurus GTKNH35+ ditemui Kepala Dinas Pendidikan Kebumen H Moh Amirudin. Kesempatan tersebut digunakan oleh GTKNH35+ untuk menyampaikan kajian regulasi yang telah dilakukan.  Yakni terkait dengan Kepres Nomor 25 tahun 2018. “Kami sangat berharap ini menjadi kesempatan bagi kita semua yang usianya sudah melebihi 35 tahun,” ungkapnya.


    Terkait dengan persoalan tersebut, sebelumnya, H Yazid Mahfud juga telah melayangkan Surat ke Presiden Joko Widodo. Ini semasa H Yazid menjabat sebagai Bupati Kebumen.  Surat Rekomendasi juga dilayangkan oleh Ketua DPRD Kebumen H Sarimun untuk Bupati Kebumen dan Gubernur Jawa Tengah.  Dalam surat tersebut memohon agar persoalan GTT/PTT segera terselesaikan.


    Sementara itu Kepala Disdik Kebumen H Moh Amirudin mengatakan akan mengkaji apa yang disampaikan oleh GTKNH35+ Kebumen. Ini bersama dengan  Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kebumen. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top